FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    19 10-2019

    213

    Dirjen IKP: Tumbuhkan Kembali Nilai Budaya Indonesia untuk Memerangi Hoaks

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Sleman, Kominfo - Masyarakat Indonesia memiliki nilai-nilai budaya luhur yang dapat  gunakan untuk mengurangi penyebaran berita bohong atau hoaks.  Hal itu dikatakan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo pada sosialisasi wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila bertema "Membangun Masyarakat Berbudaya dan Berjiwa Pancasila".

    Sosialisasi yang dilakukan melalui pertunjukan wayang kulit itu diselenggarakan di Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Provinsi D.I. Yogyakarta, Jumat (18/10/2019) malam.

    "Toleransi, semangat menjaga kerukunan dan bergotong royong adalah nilai-nilai Pancasila yang merupakan akar budaya kita," kata Widodo.

    Dikatakan Dirjen IKP, Kementeran Kominfo mempunyai tugas menyosialisasikan nilai budaya lokal. "Perkembangan teknologi seringkali mengikis kebudayaan kita," katanya.

    Kementerian Kominfo melalui pertunjukan wayang ini ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang berbangsa dan bernegara. Tujuannya adalah mewujudkan masyarakat yang dapat mencerna informasi dengan baik. "Inilah yang disebut dengan literasi media," katanya. 

    Dirjen Widodo mengajak masyarakat untuk mengkritisi informasi  tapi dengan cara yang benar. "Hati-hati menggunakan gawai, hati-hati copy paste. Silahkan baca informasinya, tapi jangan langsung disebarkan," kata Dirjen IKP. 

    Widodo mengajak masyarakat untuk mengerjakan hal-hal yang nyata dan produktif agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju. 

    Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang membacakan sambutan Bupati Sleman pada acara tersebut mengatakan kesenian wayang merupakan media yang baik untuk menunjukkan rasa syukur masyarakat atas segala nikmat dan rahmat Tuhan Yang maha Esa. 

    Kesenian wayang juga merupakan wahana untuk mempererat guyub dan rukun warga. Acara ini juga merupakan upaya untuk memperkuat budaya dan jiwa Pancasila. 

    Wakil Bupati Sleman menyatakan warga lereng Merapi itu diimbau peduli pada lingkungannya. Karena kerusakan lingkungan tidak hanya berakibat merugikan kehidupan manusia tetapi juga bagi mahluk hidup lainnya. 

    Masyarakat juga diharapkan dapat melestarikan kesenian wayang yang memiliki nilai-nilai moral kehidupan. Kesenian wayang yang sarat dengan makna perlambang memuat banyak pendidikan karakter. 

    "Saat ini dimana  terjadi banjir informasi, masyarakat harus berhati-hati dan menahan diri agar situasi tetap rukun," katanya.

    Pertunjukan wayang kulit dengan lakon "Pandawa Kumpul" tersebut didalangi oleh Ki Bayu Sugati.

    Berita Terkait

    Indeks IKP Jadikan Layanan Komunikasi Terukur dan Lebih Baik

    Pelayanan bidang komunikasi atau komunikasi publik merupakan jenis pelayanan yang tak terlihat namun bisa diukur. Hal itu dinyatakan oleh Di Selengkapnya

    Dirjen IKP Dukung Lulusan STMM Berkarya dan Berkontribusi untuk Negeri

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Widodo Muktiyo mendukung lulusan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) tah Selengkapnya

    Menkominfo: Butuh ASN Berkualitas Unggul Agar Indonesia Mampu Bersaing

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan saat ini Pemerintah Indonesia membutuhkan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkuali Selengkapnya

    Dirjen SDPPI Tegaskan Pengendalian IMEI untuk Lindungi Konsumen

    Pemerintah menyiapkan pengaturan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) agar masyarakat mendapat manfaat terkait kepast Selengkapnya