FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 10-2019

    129

    Pesan Rudiantara untuk Menteri Kominfo Selanjutnya

    Kategori Berita Kementerian | mth
    Menteri Kominfo Rudiantara dalam acara Silaturrahmi dengan Pekerja Media sektor Komunikasi dan Informatika, di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) - (Sina)

    Jakarta, Kominfo – Menjelang akhir pengabdiannya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menaruh harapan besar kepada Menteri Kominfo yang akan dipilih Presiden Joko Widodo untuk lima tahun kedepan.

    Rudiantara berharap pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus tetap diprioritaskan. “Tetap infrastruktur, saya selalu katakan kita sudah punya Palapa Ring, satelit kita akan ada akhir 2022. Tapi kita masih kurang jauh,” kata Rudiantara di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

    Pembangunan infrastruktur teknologi informasi komunikasi (ICT) di Indonesia, diakui Rudiantara masih tertinggal jauh dari negara tetangga, Thailand dan Malaysia. Sebab, belanja pemerintah dari Gross Domestik Product (GDP) terhadap ICT hanya 0,1 persen. 

    “Kita ini belanja pemerintah terhadap ICT hanya 0,1 persen dari GDP dibanding Thailand 0,3 persen dari GDP, Malaysia 0,6 persen dari GDP,” ujarnya.

    Rudiantara mencontohkan, GDP per kapita dari pemerintah Malaysia jauh lebih besar dibandingkan Indonesia, maka pemerintah Malaysia membelanjakan dananya kepada warga negaranya.

    “Karena GDP per kapitanya Malaysia jauh lebih besar, pemerintah Malaysia itu membelanjakan dananya untuk masyarakat ataupun setiap individu warga negara Malaysia, itu kurang lebih 18-19 kali daripada pemerintah Indonesia belanja ICT untuk setiap warga negara Indonesia,” jelasnya

    Meski beda tantangan dalam pembangunan infrastruktur, namun Menteri Rudiantara menyatakan pembanding diperlukan untuk menakar tingkat keberhasilan. “Ya memang tantangan kita kan negara kepulauan, kalau mereka (Malaysia) kan negara daratan. Tapi paling tidak dekat sama Thailand lah, kalau dekat sama mereka kan tiga kali kita,” lanjutnya 

    Selain fokus membangun infrastruktur ICT, dari sisi regulasi Rudiantara berharap Kementerian Kominfo tidak memperbanyak surat izin yang justru akan memperhambat ekosistem ekonomi digital.

    “Yang kedua jaga kondusifitas pembangunan dan pengembangan eknomi digital, jangan bikin regulasi yang bikin susah masyarakat, susah yang minta izin. Tahun 2018, Kominfo itu hanya mengeluarkan 18 Peraturan Menteri, tapi ‘membunuh’ 70 Peraturan Menteri,” jelasnya

    Menurutnya, Peraturan Menteri yang memakan waktu lama dalam sisi regulasi, justru tidak lagi relevan dengan dinamika perkembangan teknologi digital saat ini. Olehnya itu, Rudiantara berharap agar Kominfo senantiasa memudahkan sistem regulasi. **

     

    Berita Terkait

    Dirjen SDPPI Tegaskan Pengendalian IMEI untuk Lindungi Konsumen

    Pemerintah menyiapkan pengaturan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) agar masyarakat mendapat manfaat terkait kepast Selengkapnya

    Lindungi Hak Sipil, Kominfo Dorong RUU Perlindungan Data

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menegaskan jika Kementerian Kominfo diberikan kewenangan oleh negara untuk melindungi hak- Selengkapnya

    Presiden Minta Industri Teknologi Informasi Ditingkatkan

    Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan kebijakan-kebijakan strategis. Salah satunya, berkaitan dengan tata kelola industri t Selengkapnya

    Sukseskan Program Kominfo, Sekjen Apresiasi Dharma Wanita

    Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti mengucapkan terima kasih kepada para istri Aparatur Sip Selengkapnya