FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 10-2019

    449

    Al-Azhar Resmi Jadikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Kedua

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    - (Kemlu)

    Kairo, Kominfo - Universitas Al Azhar di Cairo, Mesir, resmi menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di universitas tersebut. Peresmian penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dilakukan melalui seremoni oleh Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar bekerja sama dengan KBRI Cairo, di Aula Fakultas   Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, Rabu (11/10/2019) lalu.

    Hadir dalam kesempatan itu Duta Besar RI Cairo Helmy Fauzy, Atdikbud KBRI Cairo, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, Rektor UGM (Prof. Dr. Panut Mulyono), Rektor UMS (Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.) dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim (Dr. M. Isroqunnajah, M.A.).

    Sebelum acara seremonial pembukaan, Duta Besar RI Cairo dan seluruh Rektor dan Wakil Rektor anggota konsorsium  tersebut  diterima oleh Rektor  Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mohamed Husein al-Mahrashawi, yang didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Yusuf Amir.

    Dalam sambutannya, Duta Besar Helmy Fauzy menyebutkan, bahwa di antara tujuan utama pengajaran Bahasa   Indonesia di Al-Azhar adalah bahwa bahasa Indonesia banyak digunakan oleh mayoritas bangsa Asia tenggara, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam. Di sana banyak muncul ulama dan pemikir Islam. Sayangnya, karya-karya mereka belum banyak diketahui oleh para pemikir dunia Arab. Selain itu, negara-negara tersebut juga membutuhkan para ulama dan dai dari al-Azhar yang menguasai tradisi dan budaya setempat.

    “Saya juga mengucapkan terima aksih kepada Al-Azhar yang telah menerima Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar,” ucap Helmi.

    Di sisi lain, Rektor Universitas Al-Azhar menyampaikan, bahwa pengajaran Bahasa Indonesia   sebagai Bahasa kedua adalah   langkah awal dalam mempersiapkan pembukaan Progam Studi Indonesia di kampus Al-Azhar. Sementara Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Yusuf Amir  berharap pada masa persiapan ini dapat dipersiapkan kader calon dosen yang akan mengajar di prodi ini.

    “Selain itu, kami berharap agar para mahasiswa yang saat ini memilih Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua, diberikan kesempatan untuk kuliah di Indonesia   selama 2 tahun, sehingga ia dapat menguasai Bahasa Indonesia dari sumbernya,” ucap Wakil Rektor Al Azhar yang juga Guru Besar Bahasa Urdu tersebut.

    Adapun Dekan Fakultas Bahasa dan  Terjemah menyampaikan, bahwa masa transisi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh KBRI dan Al-Azhar. Terkait 4 dosen yang akan mengajar Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua. “Mereka sudah jadi bagian dari kami. Kami akan memudahkan segala kendala yang dihadapi serta akan melindungi dan menjaga mereka,” ucap Dekan diiringi tepuk tangan meriah.

    Selesai penyambutan resmi, acara dilanjutkan di aula Fakultas Bahasa dan Terjemah yang dirangkai dengan beberapa sambutan sekaligus penyerahan kunci laboratorium Bahasa dari Duta Besar RI Cairo kepada Dekan Fakultas dan Terjemah Al-Azhar. Acara dilanjutlan dengan penampilan pelajar Bahasa Indonesia dan diakhiri dengan mengunjungi laboratorium Bahasa tersebut.​

    Sumber

    Berita Terkait

    Presiden Anugerahkan Tanda Jasa dan Kehormatan bagi 53 Tokoh

    Dalam memberikan pertimbangan dan usulan penganugerahan tanda jasa dan kehormatan tersebut, Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan be Selengkapnya

    ASEAN Online Sale Day 2020: Saatnya Membangkitkan UMKM Indonesia di Pasar ASEAN

    Negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) akan meluncurkan kegiatan ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2020 pada 8 Agus Selengkapnya

    Presiden: Secepatnya Berikan Bantuan bagi Koperasi dan UMKM

    Pemerintah menyiapkan pembiayaan koperasi sebesar Rp1 triliun di masa pemulihan ekonomi. Selengkapnya

    Menko PMK: Anak Jadi Penentu Masa Depan Indonesia

    Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. Pemerintah telah mencanangkan Visi Indonesia Emas tahun 2045 dengan harapan terciptanya generas Selengkapnya