FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 10-2019

    376

    Puji Program 'Sehari Jadi Menteri', Menkominfo Yakini Potensi Perempuan Indonesia

    Kategori Berita Kementerian | mth
    Menteri Kominfo Rudiantara saat Evaluasi Kegiatan Girls Take Over atau ‘Sehari Jadi Pemimpin’ di Google Indonesia, Jakarta, Kamis (10/10/2019). - (Sina)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, menaruh harapan besar kepada perempuan Indonesia. Menteri Rudiantara ingin mereka kelak menjadi calon pemimpin masa depan bangsa.

    Hal itu disampaikan Menkominfo Rudiantara dalam Evaluasi Kegiatan Girls Take Over atau ‘Sehari Jadi Pemimpin’, yang digagas  Yayasan Plan International Indonesia untuk 12 remaja yang terpilih. 

    “Saya berharap makin banyak frekuensinya, mengapa? Karena memang mereka rata-rata very talenta person dari anak-anak Indonesia dan khususnya dari kaum perempuan di Indonesia,” kata Menteri Kominfo Rudiantara di Google Indonesia, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

    Berkaca dari kegiatan yang digelar untuk menyambut Hari Anak Perempuan International itu, menurut Menteri Rudiantara, pemerintah mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi kaum milenial Indonesia. Belum lagi, kegiatan Girls Take Over ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk men-take over jabatan dan keseharian para pemimpin negara.

    “Karena kita juga bukan hanya di-take over, tapi kita juga justru banyak belajar dari mereka, cara pikir mereka, cara pikir anak-anak muda milenial Indonesia yang memang berbeda dengan yang generasi kami, dan itu memberi tambahan rujukan sebetulnya bagi kami bagaimana mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia,” tambahnya.

    Menteri Kominfo meyakini, perempuan Indonesia memiliki talenta person yang tidak kalah dengan generasinya. Olehnya itu, dirinya mendukung penuh kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki peserta ‘Sehari Jadi Pemimpin’ itu.

    “Maju terus perempuan Indonesia, karena kalian adalah talenta person yang akan bisa membawa perubahan di Indonesia dalam waktu dekat dan waktu panjang,” ujar Rudiantara.

    Lebih lanjut, Menteri Rudiantara menjelaskan, fokus pemerintah kedepan adalah membangun sumber daya manusia yang dapat bersaing di kancah internasional.

    “Karena kan pemerintah mempunyai program strategis dimulai tahun 2019, khususnya di tahun 2020 adalah pengembangan sumber daya manusia tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur,” pungkasnya.

    Mengenai Riska yang berasal dari Timur Indonesia menggantikan dirinya menjadi Menkominfo lewat kegiatan ‘Sehari Jadi Pemimpin’, menunjukan fokus pemerintah Indonesia tidak hanya Jawa Sentris tetapi Indonesia Sentris.

    “Kebetulan di tempat saya itu yang take over Riska dari Timur Indonesia, dari Lembata NTT. Artinya, kita tidak boleh melihat hanya Jawa Sentris pembangunan sumber daya manusia, talenta dari Timur Indonesia juga luar biasa banyak,” tuturnya.

    Bahkan, Menteri Kominfo mengapresiasi kemampuan perempuan Indonesia yang sudah makin setara tanpa ada perbedaaan. “Itu harus lebih merata dan saya yakin bahwa tidak ada perbedaan kapabilitas dan kapasitas antara Jawa dan luar Jawa, antara Barat dengan Timur. Selama mereka di Indonesia, mereka mempunyai kemampuan kapabilitas-kapasitas yang sama,” imbuhnya.**

    Berita Terkait

    Program DTS Jembatani Calon Tenaga Kerja dengan Kebutuhan Industri TIK

    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, progr Selengkapnya

    Menkominfo Ajak Komunitas Telekomunikasi Sempurnakan Infrastruktur Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara bersama-sama melengkapi dan menyempurnakan Selengkapnya

    Dirjen PPI: Pengguna Seluler dan Internet Potensial Jadi Pasar Layanan Pos

    Berdasarkan data yang registrasi layanan seluler dan pengguna internet, jumlah simcard di Indonesia tidak kurang dari 338 juta dan 175,4 jut Selengkapnya

    Disinfodemic Jadi Tantangan Jurnalisme Online Indonesia

    Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan UNESCO telah memperingatkan disinfodemic menjadi hal yang membahayakan saat pandemi Covid-19. Men Selengkapnya