FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    09 10-2019

    384

    Wapres: KPI Harus Miliki Kredibitas dan Independensi

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo-  Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membuka secara resmi Rapat Pimpinan (Rapim) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Tahun 2019 di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan No. 6 Jakarta Pusat, Rabu (09/10/2019).

    Peresmian pembukaan Rapim KPI Tahun 2019 ini dihadiri oleh Pimpinan KPI Daerah dan Kepala Sekretariat KPI Daerah dari seluruh Indonesia.

    Dalam kesempatan tersebut Wakil Presiden menyampaikan bahwa setelah era reformasi tahun 1998, terdapat 3 (tiga) hal yang berubah, yaitu pertama, menjadi negara yang lebih demokrasi, kedua, pemerintahan daerah yang lebih otonom, dan ketiga, adanya kebebasan pers.

    “Mungkin di Asia ini, kita termasuk negara yang paling bebas pers-nya, ditambah lagi dengan teknologi yang berkembang pesat. Suatu kebebasan pers yang dikombinasi dengan teknologi yang begitu pesat, maka berkembanglah media dengan kecepatan yang luar biasa,” ujar Wapres.

    Lebih lanjut Wapres menambahkan bahwa dengan perkembangan media yang sangat cepat tersebut harus dibatasi dengan norma dan etika sehingga kita tidak menjadi korban kebebasan pers.

    "Karena itulah, KPI didirikan untuk menjaga agar kebebasan pers ini tidak berlebihan, KPI harus dapat memberikan petunjuk yang baik kepada media,” ujar Wapres.

    Wapres berharap pertemuan ini dapat memberikan banyak input terutama dibutuhkan suatu kesepakatan yang tegas antara KPI dengan media yang harus ditaati secara bersama-sama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Modal utama KPI sebagai lembaga pengawas penyiaran adalah memiliki kredibilitas dan independensi,” terangnya.

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Rapim KPI dan berharap agar KPI ini menjadi lembaga yang amanah dan istiqomah kepada tupoksinya, yaitu melaksanakan pengawasan dari sisi penyiaran.

    “Fokus pada tugas utamanya yaitu pengawasan, sudah itu aja dulu, jangan kemana-mana dan siapkan revisi Undang-undang Penyiaran,” pesannya.

    Sementara itu Ketua KPI Pusat, Agung Suprio menyampaikan dalam laporannya bahwa dalam forum ini hadir dari berbagai lembaga penyiaran. Oleh karenanya Agung Suprio mengingatkan dan mengajak kepada para peserta yang hadir untuk senantiasa melihat kembali kepada arah, tujuan, dan fungsi penyiaran yang memiliki peran strategis sebagai agen sosialisasi, budaya, ekonomi, maupun politik.

    Turut hadir mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Tim Ahli Wapres, Sofyan Wanandi.

    Berita Terkait

    Wapres: Jadikan Momen Idul Adha Untuk Berbagi Kebaikan dan Bantu Sesama Anak Bangsa

    Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengajak umat Islam untuk mengambil nilai ketauladanan Nabi Ibrahim bahwa untuk mencapai tujuan m Selengkapnya

    Wapres: Pupuk Optimisme Anak di Masa Pandemi

    Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengungkapkan kepada anak-anak Indonesia bahwa saat ini Indonesia masih dalam suasana pandemi Cov Selengkapnya

    Perlu Kreatifitas dan Inovasi Kelola Pendidikan Daring

    Pendidikan berbasis teknologi dan aplikasi secara daring memiliki tantangan tersendiri. Karena, selain memerlukan cara untuk meraih partisip Selengkapnya

    Wapres: Cegah Middle Income Trap, Perlu Revitalisasi BUMN

    Bank Dunia telah memasukkan Indonesia ke dalam kelompok negara berpenghasilan menengah atas (upper-middle income country). Hal ini membuat I Selengkapnya