FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    08 10-2019

    31

    Presiden: Singapura Pahami Keinginan Indonesia Awasi Wilayah Udara Sendiri

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Singapura, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengemukakan, Indonesia menerima kerangka kerja untuk negosiasi Flight Information Region (FIR) yang disepakati oleh Indonesia dan Singapura. “Indonesia menghormati posisi Singapura yang memahami keinginan Indonesia untuk mengawasi wilayah udara kami sendiri,” kata Presiden dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, di Yusof Ishak Room, The Istana, Selasa (8/10/2019) siang.

    Tim Teknis Indonesia, jelas Presiden, telah memulai negosiasi. “Kami mendorong negosiasi secara cepat untuk mencapai hasil yang kongkrit,” ujarnya.

    Sebelumnya pada awal konperensi pers itu, Presiden mengaku merasa terhormat dalam pertemuan kembali dengan PM Singapura Lee Hsien Loong. “Dalam pertemuan saat ini, kami berdua memperkuat komitmen kami untuk terus melanjutkan hubungan yang kuat antara kedua negara,” jelas Presiden.

    Selain itu, lanjut Presiden, Indonesia dan Singapura juga sepakat untuk memperpanjang pengaturan manajemen likuiditas bilateral atau perjanjian REPO. Presiden juga menyambut tindak lanjut dari pertemuan kepala negara tahun lalu termasuk meningkatnya investasi di Kendal Industrial Park, pengembangan Nongsa Digital Park, dan dukungan pengembangan ekonomi Singapura untuk pembukaan operasi megatron di Batam.

    “Kami juga sepakat untuk mendorong finalisasi yang cepat untuk ratifikasi investasi bilateral yang ditandatangani tahun lalu. Dengan infrastruktur, Indonesia menawarkan Singapura untuk membiayai pembangunan beberapa proyek infrastruktur di Makassar, proyek lintasan kereta api di Pare-Pare, lapangan udara di Labuan Bajo,” sambung Presiden.

    Indonesia dan Singapura, lanjut Presiden, juga sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam pendidikan kejuruan (vokasi) yang beroperasi di Politeknik Kendal, pelatihan untuk pemagang dan penggalangan dana inisiasi. “Yang terakhir, pada digital ekonomi kita sepakat untuk meningkatkan kerjasama pada ecommerce, fintech, beta service, pengembangan dari teknopark dan inovasi regional,” sambung Presiden.

    Berita Terkait

    Perkembangan Demokrasi Indonesia Semakin Baik

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa perkembangan demokrasi di Indonesia tidak terlalu buruk. Selengkapnya

    Perkuat Akselerasi Peningkatan Ekspor Indonesia Melalui Pemanfaatan Transaksi Niaga Elektronik

    Selengkapnya

    Presiden: ‘Feeling’ Saya 3-4 Tahun Lagi Kita Tidak Impor Petrokimia

    Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas langkah PT Chandra Asri yang melakukan investasi Rp60-80 triliun untuk membangun petroki Selengkapnya

    Presiden: Ke Mana Berlibur Akhir Tahun? Di Dalam Negeri, Kita Kembangkan Destinasi Wisata Baru

    Presiden Joko Widodo melalui media sosialnya (instagram, fan page facebook, dan akun twitter) menanyakan kepada masyarakat mengenai kemungki Selengkapnya