FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    07 10-2019

    376

    Pemerintah Bidik 5000 SMK untuk Pendidikan Vokasi dan Bangun 500 Politeknik

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo -  Guna meningkatkan kualitas lulusan siswa tingkat menengah yang memiliki keahlian, pemerintah telah memutuskan mengembangkan pendidikan vokasi disertai berdirinya politeknik. Hal itu dipercaya dapat mengatasi persoalan meningkatnya pencari kerja setiap tahunnya. 

    Dalam rakor tentang pendidikan vokasi yang berlangsung di Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sarrono menjelaskan, Indonesia setiap tahunnya meluluskan sebanyak 3,7 juta siswa tingkat menengah atas. Baik dari sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, maupun madrasah alliyah.

    Dari jumlah tersebut, hanya 1,9 juta siswa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Sisanya sebanyak 1,8 juta siswa bersaing masuk ke dalam dunia kerja. "Ada 3,9 juta siswa lulusan sekolah menengah atas, kejuruan dan madrasah alliyah. Hanya 1,9 juta siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan 1,8 juta masuk ke dunia kerja," tutur Agus Sartono. 

    Menurut Sartono, siswa-siswa tersebut juga bersaing dengan 1,3 juta lulusan dari perguruan tinggi. Total Indonesia setiap tahunnya sebanyak 3,1 juta siswa yang siap kerja. "1,8 juta pencari kerja lulusan menengah atas dan ada 1,3 juta pencari kerja dengan lukusan perguruan tinggi. Jika ditotal ada 3,1juta pencari kerja," tambahnya.

    Persaingan dunia kerja yang semakin ketat pun mewajibkan pencari kerja memiliki sertifkat sebagai bukti kemahiran. Atas dasar itu  pemerintah terus memfokuskan pendidikan vokasi sebagai solusi guna mengatasi meningkatnya pencari kerja setiap tahunnya. "Kita fokus ke pendidikan vokasi ke 5000 SMK dan memperbanyak jumlah siswa magang di industri, karena sekarang masih sedikit," ujarnya.

    Agus juga menegaskan perlunya segera dibangun 500 politeknik guna menciptakan lulusan dengan sertifikat keahlian. "Kita juga perlu segera mewujudkan 500 politeknik", pungkasnya.

    Rapat mengenai pendidikan vokasi ini sendiri dipimpin langsung oleh Plt Menko PMK, Darmin Nasution. Hadir pula Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto dan perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya.

    Berita Terkait

    Empat Pesan Presiden untuk Pendidikan Tinggi Indonesia

    Pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pencetak generasi muda unggul harus mengembangkan cara-car Selengkapnya

    Revolusi Mental Lewat Perbaikan Konsep Pendidikan dan Moderasi Agama

    Sekretaris Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sekaligus Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida menga Selengkapnya

    Presiden Ingin Strategi Penanganan Pandemi dalam Lingkup Lokal Diterapkan

    Presiden Joko Widodo meminta agar strategi intervensi yang berbasis lokal diterapkan dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini. Selengkapnya

    Pemerintah Koordinasi Berikan Kemudahan UMKM Urus Sertifikasi dan Standardisasi Produk

    Pemerintah tengah mendorong percepatan transformasi UMKM ke ekosistem digital melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Hal ini tere Selengkapnya