FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    01 10-2019

    160

    Presiden: Pancasila Telah Menjadi Benteng dalam Hadapi Serbuan Ideologi

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo menegaskan, bahwa takdir bangsa kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, yang kita saksikan adalah keberagaman etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan serta golongan yang bersatu padu membentuk Indonesia. 

    “Dan yang menjadi pemandu bagi persatuan itu adalah Pancasila, ideologi bangsa kita,” tulis Presiden dalam fanpage facebook-nya, yang baru diunggahnya beberapa saat lalu. 

    Menurut Presiden, sebagai dasar negara, Pancasila telah menjadi benteng dalam menghadapi serbuan ideologi-ideologi lain. Ia mengungkapkan, berbagai ujian datang untuk menggoyahkan persatuan, tapi semuanya terpental oleh keteguhan kita pada komitmen bersama untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. 

    “Begitu juga proses demokrasi yang telah berhasil kita kelola dengan baik berkat nilai-nilai Pancasila yang menjadi pemandunya,” pungkas Presiden. Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Presiden Jokowi sendiri memimpin langsung  Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2019) pagi. 

    Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Presiden Jokowi selaku inspektur upcara langsung menempati podium upacara saat tiba di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Selanjutnya, mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan penghormatan kebesaran diikuti dengan laporan Komandan upacara kepada inspektur upacara. 

    Sedangkan untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa khususnya pahlawan- pahlawan revolusi, Presiden Jokowi juga memimpin langsung mengheningkan cipta dalam upacara tersebut. 

    Dalam upacara tersebut Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang membacakan Teks Pancasila. Sementara pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilakukan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, pembacaan penandatanganan ikrar dilakukan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dan pembacaan doa oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. 

    Sebelum meninggalkan tempat upacara, Presiden beserta Ibu dan Wapres beserta ibu kemudian menuju sumur lubang buaya, dan menyapa keluarga para pahlawan revolusi. 

    Hadir dalam upacara tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, para duta besar negara sahabat, perwakilan angkatan bersenjata negara sahabat serta tamu undangan lainnya.

    Sumber

    Berita Terkait

    Presiden Teken Perpres Penggunaan Bahasa Indonesia

    Dengan pertimbangan bahwa Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2010 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Resmi Presiden dan/atau Wa Selengkapnya

    Presiden: Rakyat Bangga Kepada TNI yang Selalu Terdepan dalam Menjaga NKRI

    Presiden Joko Widodo mengatakan, rakyat Indonesia selalu bangga kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang selalu berada di baris terdepan Selengkapnya

    Presiden: Jangan Sampai Karhutla di Riau Ganggu Penerbangan

    Presiden Joko Widodo mengingatkan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang kini luasnya mencapai puluhan ribu hektar Selengkapnya

    Pimpin Upacara Pemakaman, Presiden: Habibie Adalah Suri Tauladan Seluruh Anak Bangsa

    Presiden Joko Widodo mengatakan, seluruh rakyat Indonesia berkabung atas wafatnya Presidenke-3 Republik Indonesia (RI), Prof. Bacharuddin Ju Selengkapnya