FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 09-2019

    154

    Kembangkan Inovasi K/L dan Pemda, Tingkatkan Ketertiban Masyarakat

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Warga membaca buku koleksi mobil perpustakaan keliling di arena Car Free Day (CFD) di Alun-alun Serang, Banten, Minggu (8/9/2019). Pemda setempat mengerahkan sejumlah unit mobil Perpustakaan Keliling di sejumlah titik keramaian guna mendukung program Pemerintah Pusat untuk mempermudah warga melalui program Pemerataan Akses Bacaan Bermutu. - (antarafoto)

    Banjarmasin, Kominfo – Semua Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah telah diinstruksikan untuk melakukan inovasi bagi terwujudnya peningkatan ketertiban masyarakat di semua sendi kehidupan. Pasalnya, kehendak berperilaku tertib sebenarnya untuk memudahkan kehidupan masyarakat sendiri.

    Demikian pernyataan Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Pol Carlo B. Tewu mewakili Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto pada Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (20/9/2019).

    “Kesadaran tersebut dengan mudah dapat kita lihat dari berbagai pengakuan internasional atas peningkatan daya saing Indonesia yang juga merupakan buah dari kesadaran untuk melakukan hidup tertib berdasarkan aturan yang telah menjadi kesepakatan kita bersama,” kata Carlo.

    Gerakan Indonesia Tertib merupakan salah satu gugus dari Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk mewujudkan visi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019 yaitu “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”. Visi tersebut kemudian menjadi landasan bagi visi pemerintahan berikutnya yang mempunyai kehendak kuat untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.

    GIT menjabarkannya dalam visi “Membangun Budaya Tertib untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas”. Melalui visi tersebut, seluruh daya dan upaya diarahkan untuk membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimistik generasi muda Indonesia, agar menatap masa depan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan besar, dengan mengubah cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku dan cara kerja yang konvensional menjadi lebih berdaya saing dan berorientasi pada kemajuan teknologi, serta sekaligus berkepribadian dalam kebudayaan yang kuat melalui pembentukan sumber daya manusia yang unggul.

    “Tentu setiap daerah mempunyai kekhasan dan keunikan lokal sendiri, namun gagasan merevitalisasi seluruh proses perdagangan serta ketertiban sebuah pasar tradisional agar lebih berdaya saing harus menjadi tujuan utama. Melalui aksi nyata revitalisasi pasar tradisional yang kita contohkan di Pasar Terapung tradisional di Banjarmasin beberapa waktu lalu, kita mengharapkan adanya satu energi dan momentum baru untuk meningkatkan posisi tawar dan peran pasar-pasar tradisional dalam memutar roda perekonomian masyarakat Indonesia,” kata Carlo.

    Hal lain yang menjadi perhatian bersama adalah tingginya angka kecelakaan, khususnya yang menimpa anak-anak muda yang menjadi korban sia-sia di jalan raya maupun moda transportasi lainnya. Melalui kampanye road safety ini diharapkan adanya kepedulian untuk bersama-sama saling mengingatkan dan menjaga agar generasi muda yang menjadi harapan bangsa tidak lagi menjadi korban sia-sia di jalan raya.

    “Dengan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, kita akan dapat memfokuskan semua energi anak-anak muda kita untuk melakukan berbagai hal positif bagi kemajuan bangsa. Masa depan bangsa akan sangat tergantung dari peran generasi mudanya. Untuk itu melalui kampanye keselamatan berlalu lintas ini diharapkan dapat menjadi satu gaya hidup yang menjadi karakter anak-anak muda kita,” kata Carlo.

    Pada tahun ke 3 ini, selain tetap melanjutkan semua program yang telah dicanangkan dalam kelompok-kelompok kerja, GIT juga akan lebih memfokuskan pada upaya merevitalisasi pasar tradisional serta tertib berlalu lintas yang dijabarkan dalam bentuk kampanye dan role model dalam aksi nyata.

    “Pemihakan kita kepada keberlanjutan pasar tradisional adalah karena kita menghadapi kenyataan bahwa pasar tradisional semakin ditinggalkan karena daya saingnya yang melemah bila dihadapkan dengan pasar modern,” kata Carlo.

    Menurutnya, pasar-pasar tradisional perlu dibenahi karena faktanya keberadaan pasar tradisional sebenarnya sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat. Dalam beberapa hal bahkan keberadaan pasar tradisional mengangkat kearifan lokal yang justru menjadi daya tarik sendiri, seperti halnya keberadaan Pasar Terapung di Banjarmasin.

    Sumber

    Berita Terkait

    Cegah Penyebaran Hoaks, KPI Harus Tegas Lakukan Pengawasan Penyiaran"

    Seiring perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat terutama generasi milenial sangat mudah mengkonsumsi berita, baik dari media konvensio Selengkapnya

    Pemerintah Dukung Inovasi Fintech Guna Tingkatkan Simpanan Nasional dan Inklusi Keuangan

    Pemerintah serius untuk meningkatkan rasio gross saving terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang kini sebesar 31% menurut Bank Dunia (2 Selengkapnya

    Kolaborasi untuk Pengembangan Industri Konten Kreatif Asia

    Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) menggelar Asian Content Business Summit (ACBS) di The Sultan Hotel and Residence, Jakarta, Jumat (2 Selengkapnya

    Tanpa Penerimaan Kemajemukan Masyarakat Tidak Berkembang

    Presiden Joko Widodo mengatakan, isu kemajukan bukan semata-mata isu sosial atau isu-isu politik. Tetapi penerimaan terhadap kemajemukan ada Selengkapnya