FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    03 09-2019

    662

    Bangun Kalimantan Ring untuk Telekomunikasi di Ibu Kota Baru

    Kategori Sorotan Media | meit001

    JawaPos.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan program baru untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di ibu kota negara (IKN) baru. Namanya Kalimantan Ring. Lelang proyek jaringan ini rencananya dibuka paling lambat 2021.

    Menteri Kominfo Rudiantara menuturkan, upaya itu dilakukan untuk menopang kebutuhan internet di IKN baru. Sebab, akan banyak perpindahan masyarakat ke Kalimantan, terutama di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang jadi lokasi calon IKN.

    “Diperkirakan traffic internet akan meningkat. Karena itu, kita akan buat Kalimantan Ring untuk meningkatkan keandalan infrastruktur telekomunikasi,” papar dia di Nunukan, Kalimantan Utara.

    Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak operator terkait rencana tersebut. Meski belum memerinci, pria yang akrab disapa Chief RA itu menegaskan, tender pembangunan bakal dibuka paling lambat dua tahun mendatang. “Yang jelas, sebelum pindah ibu kota negara, jaringan telekomunikasi sudah siap,” tuturnya.

    Kemenkominfo juga berencana membangun gateway internasional di Kalimantan. Saat ini, kata dia, untuk mengakses internet di wilayah Kalimantan, terutama Nunukan, traffic data harus dibawa ke Jakarta atau Singapura terlebih dahulu. Hal itu memengaruhi kecepatan internet di sana. “Jadi, nanti Kalimantan punya gateway untuk traffic dayanya sendiri,” ungkapnya. Rencananya pembangunan gatewaydilakukan 5-10 tahun mendatang.

    Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif menuturkan, pembangunan jaringan di Kalimantan tak cukup hanya dengan membangun base transceiver station (BTS). Perlu ada pembangunan jaringan utama atau backbone.

    Dia menjelaskan, pembangunan jaringan telekomunikasi memiliki hierarki yang harus dipenuhi. Pertama, jaringan backbone seperti Palapa Ring atau tol informasi yang sudah dibangun pihaknya dan Kemenkominfo di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Kedua, jaringan backhaul (fishbone). Terakhir, jaringan akses atau last mileseperti BTS.

    Meski kini Kalimantan sudah masuk jaringan Palapa Ring, jaringan di sana belum seandal Pulau Jawa. Bentuk ringnya pun belum sempurna. Karena itu, dibutuhkan jaringan utama dan pendukung yang membentuk ring secara sempurna. “Intinya bahwa di Kalimantan nanti butuh jaringan telekomunikasi andal. Jadi, perlu dilengkapi jaringan utama dan beberapa pendukung,” jelasnya.

    Dia menekankan, konsep pembangunan itu harus segera dikomunikasikan dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Dengan begitu, dapat diketahui pembagian peran dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di IKN baru. “Kalau ada segmen yang tidak menarik secara bisnis oleh operator, pemerintah yang bangun,” ungkapnya.

    Pembangunan infrastruktur di wilayah Kalimantan ini dinilai bakal lebih mudah bila dibandingkan dengan Papua. Sebab, secara geografis, bukit-bukit di sana tak setinggi Papua. Dengan begitu, dari segi pembiayaan bakal lebih murah.

    Sumber : jawapos.com

    Berita Terkait

    Dirjen IKP: Optimalkan orkestrasi komunikasi 3 media untuk edukasi

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo mengatakan bahwa pemerintah merancan Selengkapnya

    Pesan Kemenkominfo untuk Industri PR Hadapi Pandemi

    Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Widodo Muktiyo mengemukakan beberapa hal yang perlu Selengkapnya

    Kemenkominfo bangun fasilitas telekomunikasi jelang KTT G-20

    Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi mengapresiasi terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang telah Selengkapnya

    Kominfo Pantau Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Pascabanjir

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika terus memantau pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Jakarta, Depo Selengkapnya