FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    28 08-2019

    353

    Bekali Pelajar Atambua Agar Sebar Konten Positif di Media Sosial

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Atambua, Kominfo – Sebanyak 100 orang pelajar SMP, SMA, dan komunitas film di Atambua menghadiri Workshop Tanamkan Nilai Pancasila Melalui Unggah Konten Positif di Media Sosial.  Kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda untuk bijak menggunakan media sosial.

    Praktisi pendidikan dan budaya Oetari Noor Permadi, menyatakan generasi muda harus mengendalikan internet di tangan masing-masing. “Internet bermanfaat jika digunakan dengan baik, namun dapat menjadi buruk jika digunakan dengan tidak baik,” ungkapnya di Gedung Balelalenok, Atambua, Rabu (28/8/2019).

    Menurut Ketua Yayasan Mekar Pribadi itu, batasan penggunaan internet dimulai dari keluarga. “Misalnya dengan larangan menggunakan internet di meja makan,” tambahnya. 

    Selain untuk membekali generasi muda dengan kemampuan menggunakan media sosial, acara tang digelar Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika itu juga ditujukan untuk menanamkan Nilai Sila Ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia

    “Pancasila merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bangsa ini karena menyatukan keberagaman masyarakat. Indonesia memberikan tempat untuk hidup bersama, bergotong royong, sesuai nilai Pancasila. Sehingga perlu ditanamkan nilai Pancasila bagi masyarakat khususnya pelajar,” tutur Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan.

    Workshop yang berlangsung selama sehari itu merupakan kerja sama dengan Yayasan Mekar Abadi serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam kegiatan yang menggunakan pendekatan 30% ceramah dan 70% praktek ini berlangsung interaktif dipandu oleh moderator Lilis Ireng, dengan narasumber Dosen Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta Petrus D. Sitepu, dan praktisi film di Atambua, Emilio Rafael.

    Dalam acara itu, Petrus D. Sitepu  memandu peserta membuat konsep cerita video “Persatuan Indonesia adalah Nafasku”.  Sementara, Emilio Rafael memandu peserta secara teknis dan cerdas dalam membuat unggahan di media sosial.

    Berita Terkait

    Pegawai Kelurahan di Kota Bogor Positif Covid-19? Disinformasi!

    Lewat platform pesan instan WhatsApp beredar informasi salah satu staf kelurahan di Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat, Kota Bogor dinya Selengkapnya

    Mendikbud Tiadakan Pembelajaran Tatap Muka Setelah Pandemi? Itu Disinformasi!

    Beredar di media sosial twitter, tangkapan layar artikel media berisi narasi Mendikbud akan permanenkan belajar dari rumah, meski pandemi Co Selengkapnya

    Edukasi Pelajar, SAM Kominfo Kenalkan Ciri-ciri Hoaks

    Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum Henri Subiakto menyatakan hoaks merupakan informasi yang ingin mengelabui publik l Selengkapnya

    Kominfo Latih Perempuan Buat Personal Branding di Media Sosial

    Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar kelas online persinal branding di media sosial. Selengkapnya