FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 08-2019

    14282

    Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat

    SIARAN PERS NO. 155/HM/KOMINFO/08/2019
    Kategori Siaran Pers

    Siaran Pers No. 155/HM/KOMINFO/08/2019

    Rabu, 21 Agustus 2019

    Tentang

    Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat

    Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi, mulai Rabu (21/8) hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal. 

    Demikian disampaikan. Terima kasih.



     

    Ferdinandus Setu
    Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
    e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
    Telp/Fax : 021-3504024
    Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
    website: www.kominfo.go.id

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 93/HM/KOMINFO/08/2020 tentang Kejurnas Virtual Tandoku Shorinji Kempo, Bangkitkan Semangat Indonesia Maju

    Rangkaian peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan dengan Kejuaraan Nasional Tandoku Shorinji Kempo Piala Menteri Kom Selengkapnya

    Siaran Pers No. 92/HM/KOMINFO/08/2020 tentang Kementerian Kominfo Raih Opini WTP Empat Kali Berturut-turut

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2016. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 91/HM/KOMINFO/08/2020 tentang Kominfo Minta Klarifikasi Pengelola Platform KreditPlus

    Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meminta klarifikasi dan laporan dari pengelola platform digital KreditPlus atas dugaan data br Selengkapnya

    Siaran Pers No. 90/HM/KOMINFO/07/2020 tentang Galang Solusi IoT untuk UMKM, Genjot Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

    Pemerintah mengembangkan kolaborasi dan kerja sama dengan ekosistem digital untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Cov Selengkapnya