FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    19 08-2019

    177

    Kepada Warga Papua, Presiden: Paling Baik Saling Memaafkan

    KategoriBerita Pemerintahan | mth
    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/8/2019). Presiden meminta masyarakat Papua untuk memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung hingga terjadi aksi demonstrasi yang berakhir rusuh serta meminta masyarakat Papua untuk percaya kepada pemerintah dalam menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengakui ada ketersinggungan bagi warga Papua maupun Papua Barat terhadap kasus yang mereka alami di Surabaya maupun Malang beberapa hari terakhir, sehingga mereka emosi. Namun Kepala Negara mengingatkan, bahwa yang paling baik adalah saling memaafkan.

    “Jadi, saudara-saudaraku, Pace, Mace, Mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang paling baik adalah saling memaafkan,” kata Presiden kepada wartawan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/8/2019) petang.

    Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi menanggapi aksi demo yang berujung kericuhan di Manokwari, Papua, Senin (19/8/2019) siang. Aksi itu dipicu atas perlakuan yang mereka anggap tidak bersahabat terhadap mahasiswa Papua di sejumlah kota di Jawa, di antaranya Surabaya dan Malang, beberapa hari lalu.

    Menanggapi hal itu, Kepala Negara mengatakan, emosi itu boleh, tetapi memaafkan itu lebih baik, sabar itu juga lebih baik. Presiden juga menegaskan, bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pace, Mace, Mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat.

    Tidak Terpancing

    Sebelumnya dalam pernyataannya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/8) siang, Menko Polhukam Wiranto menegaskan, bahwa jajaran Polhukam telah diinstruksikan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dan adil bagi siapapun yang dianggap melakukan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini.

    Kepada seluruh masyarakat, Menko Polhukam mengimbau agar tidak terpancing dan terpengaruh dengan berita-berita negatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak persatuan, kedamaian, dan kebersamaan kita sebagai bangsa yang bermartabat.

    “Pemerintah memberikan jaminan sepenuhnya untuk terpeliharanya stabilitas keamanan di seluruh wiyalah,” tegas Wiranto.

    Menko Polhukam juga meminta kepada aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk senantiasa melaksanakan tindakan persuasif dan terukur terhadap masyarakat.

    Sumber

    Berita Terkait

    Presiden: Jangan Sampai Karhutla di Riau Ganggu Penerbangan

    Presiden Joko Widodo mengingatkan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang kini luasnya mencapai puluhan ribu hektar Selengkapnya

    Pimpin Upacara Pemakaman, Presiden: Habibie Adalah Suri Tauladan Seluruh Anak Bangsa

    Presiden Joko Widodo mengatakan, seluruh rakyat Indonesia berkabung atas wafatnya Presidenke-3 Republik Indonesia (RI), Prof. Bacharuddin Ju Selengkapnya

    Kenaikan Daya Saing Belum Cukup, Presiden: Kita Harus Bisa Lebih Cepat Lagi

    Presiden Joko Widodo mengemukakan, meskipun dalam lima tahun ini sudah ada peningkatan yang baik terhadap Ease of Doing Business (EODB), per Selengkapnya

    Bertemu Presiden, Tokoh Papua dan Papua Barat Sampaikan 10 Permintaan

    Presiden Joko Widodo didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Selengkapnya