FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 08-2019

    598

    Tangani Konten Dunia Maya, Literasi Digital Perlu Dibenahi

    Kategori Berita Kementerian | meit001
    Dirjen Aptika Semuel A. Pangerapan dalam Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya di Museum Nasional, Jakarta, Senin (12/08/2019). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Salah satu cara penanggulangan konten asusila di dunia maya adalah dengan membenahi bagian hulu. Aspek itu menurut Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan merupakan wilayah pendidikan melalui literasi digital.

    “Kita harus memberantas konten asusila dari hulu ke hilir. Di hulu dengan literasi, di tengah pendampingan, dan di hilir dengan peraturan dan penindakan,” tegas Dirjen Aptika dalam Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya di Museum Nasional, Jakarta, Senin (12/08/2019).

    Dirjen Semuel menjelaskan ruang siber yang berupa lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak yang ada di dalamnya untuk menciptakan ruang siber yang lebih sehat dan produktif.

    "Artinya semua yang ada di dalamnya bertanggungjawab, baik dari penyedia platform, kreator, maupun pengguna platform. Dengan adanya tanggung jawab dari semua pihak, maka ruang siber lebih sehat dan produktif," tandasnya.

    Menurut Dirjen Aptika, tidak semua penanganan konten di dunia maya dilakukan dengan pemblokiran. Bahkan menurutnya, pendidikan menjadi bagian penting agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mengendalikan konten negatif.

    “Tidak semua harus di handle dengan blokir. Kami berharap dengan memanfaatkan teknologi ada kontribusi dari masyarakat untuk mengendalikan. Maka diperlukan pendidikan sejak dini pada masyarakat, khususnya pendidikan orang tua,” ungkapnya.

    Dalam sesi diskusi Konten Asusila dalam Perspektif Pengendalian Konten Internet, Penyedia Platform, dan Pelaku Industri itu dikupas pandangan pemangku kepentingan dan penyedia platform digital serta masyarakat terkait konten asusila. Selain Dirjen Aptika, dalam sesi itu hadir pula Executive Director ICT Watch Widuri, Konten Kreator Yossi Mokalu, Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan Atnike Nova Sigiro, dan moderator Maman Suherman.

    Berita Terkait

    BAKTI Kominfo Fasilitasi Situs dan Aplikasi JFT Penerjemah

    Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika memfasilitasi penyediaan situs web dan aplikasi E-Ja Selengkapnya

    Balmon Banjarmasin Tangani Interferensi dengan Audit Perangkat

    Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banjarmasin Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Selengkapnya

    Gandeng Ekosistem, Kominfo Gelar Literasi Digital di 12 Kota

    Pelindungan data pribadi telah menjadi isu penting selama pandemi Covid-19 ketika hampir semua aktivitas masyarakat berlangsung melalui jari Selengkapnya

    Dirut BAKTI Jelaskan Skema Bangun Konektivitas Digital Daerah Terpencil

    Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Achmad Latif mengataka Selengkapnya