FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 07-2019

    482

    Rumuskan Kebijakan Strategis Nasional, Menteri PPN Minta Masukan Para Ahli

    Kategori Berita Pemerintahan | vera002
    Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan (kiri) berfoto bersama seusai membuka Indonesia Development Forum (IDF) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (22/7/2019). - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar acara tahunan Indonesia Development Forum (IDF) 2019. IDF 2019 dihelat untuk mewadahi para praktisi pembangunan di sektor publik, swasta, dan nirlaba. 

    Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, guna menyongsong persaingan pasar global yang semakin kompetitif tersebut, maka penting untuk Indonesia menyusun agenda-agenda strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. 

    “Tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3 persen, dan kita mampu menciptakan lapangan kerja bagi 2,98 juta orang. Bahkan, pemerintah juga berhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,34 persen,” kata Bambang pada acara pembukaan IDF 2019 di ICC Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

    Menteri Bambang juga menjelaskan, Indonesia yang akan segera memasuki masa puncak bonus demografi. Maka dari itu perlu langkah-langkah strategis untuk memanfaatkannya. “Salah satunya IDF 2019. Kami harap ada banyak masukan-masukan yang inovatif,” tambahnya.

    Sebagaimana diketahui, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 68 persen atau setara dengan 200 juta orang. Peluang tersebut, kata Bambang, perlu dimanfaatkan dan dipersiapkan dengan baik.

    “Ini secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara, jadi perlu disiapkan strategi dan perencanaan yang matang dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang pesat,” jelas Menteri PPN.

    IDF 2019 ini merupakan program tahunan Bappenas yang bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Knowledge Sektor Initiative (KSI). Forum ini digelar selama dua hari yakni, 22-23 Juli 2019. IDF 2019 dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dan dihadiri Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan. 

    Salah satu tujuan IDF adalah merumuskan sejumlah program dalam mengatasi tantangan pembangunan Indonesia. Khususnya bagaimana membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif, dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.

    Tahun ini merupakan gelaran IDF ketiga dengan mengambil tajuk “Mission Possible : Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif”. **

    Berita Terkait

    Perkenalkan 7 Staf Khusus Millenial, Presiden: Saya Minta Mereka Jadi Jembatan Anak-Anak Muda

    Presiden Joko Widodo memperkenalkan 7 (tujuh) Staf Khusus Presiden baru yang berasal dari kalangan millenial kepada wartawan di Verranda, Is Selengkapnya

    Presiden: Tidak Ada Visi Misi Menteri, Yang Ada Visi Misi Presiden

    Sehari setelah memperkenalkan dan melantik para menterinya yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo didampingi Waki Selengkapnya

    Didominasi Profesional, Inilah Menteri Kabinet Indonesia Maju

    Sesuai dengan yang direncanakan, Presiden Joko Widodo mengumumkan 38 nama menteri dan pejabat setingkat menteri yang akan membantu pemerinta Selengkapnya

    Tuntaskan Peta Jalan e-Commerce, Pemerintah Kini Siapkan Strategi Nasional Ekonomi Digital

    Pemerintah terus berupaya mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital di Indonesia, sejalan dengan visi untuk menjadikan Indonesia seba Selengkapnya