FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    19 07-2019

    204

    Menkominfo Usulkan Tilang Elektronik Gunakan IoT

    KategoriBerita Kementerian | Viska
    Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (1/7/2019). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memasang 10 kamera baru dengan fitur tambahan yang dapat mendeteksi pemakaian sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap dan batas kecepatan pengemudi. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo – Pemanfaatan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 ini menjadi kian dinamis jika diaplikasikan untuk semua sektor. Salah satunya dari lembaga keamanan seperti Kepolisian Republik Indonesia.

    Pemberlakuan Tilang Elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement) misalnya. Meskipun masih berlaku untuk kendaraan pelat kendaraan nomor B, kebijakan tersebut dinilai sebagai solusi untuk mencegah pelanggaran berlalu lintas.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, kerjasama antara Kementerian Kominfo dan Polri perlu dikuatkan lagi melalui pemanfaatan teknologi industri yang ada. Misalnya dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT).

    “Sekarang kan sudah ada tilang pakai elektronik (Pemberlakuan Tilang Elektronik), itu bisa nanti kita kembangkan pakai IoT,” kata Menkominfo saat berdialog dengan Sespimti Polri di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jum’at (19/7/2019).  


    Menteri Rudiantara memaparkan, pemanfaatan teknologi industri seperti IoT ini dapat memberikan nilai tambah dalam menjalankan setiap peraturan yang berlaku. Melalui IoT, kata Menkominfo Rudiantara, pihak Kepolisian yang mengatur lalu lintas mampu mendeteksi kendaraan.

    “Itu kan bisa diliat pakai internet of thing, misalnya sensor nomornya (plat kendaraan) berapa. Kan kalau itu dicatat, bisa diliat mobil ini biasanya kalau hari kerja ke mana. Jadi, di sistem itu sudah tau (perjalanan kendaraan). Jadi nanti pengaturan lalu lintas itu makin bagus,” imbuhnya.

    Menurut Menteri Kominfo, kebijakan tersebut sebenarnya tidak bertujuan untuk meringankan kinerja Polisi, melainkan lebih meningkatkan keamanan bagi transportasi di Indonesia. Oleh karena itu, kedepannya jika akan diberlakukan, maka bisa melibatkan Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan di setiap kabupaten dan kota.

    Menteri Rudiantara memaparkan kalau pihaknya siap memberikan ruang dan memfasilitasinya.  “Kami Kominfo dengan senang hati, setidaknya mendiskusikan dan menyiapkan ini dengan siapapun. Ini luar biasa kalau dioperasikan kedepannya,” jelasnya. **

    Berita Terkait

    Menkominfo Ajak Wujudkan Kejayaan Digital Indonesia

    Di hari peringatan kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak seluruh bangsa Indonesia unt Selengkapnya

    Pembatasan Akses? Menkominfo Pastikan Pemerintah Lindungi Kebebasan Berekspresi

    Kebijakan Pemerintah untuk membatasi sebagian fitur media sosial pada tanggal 22 Mei 2019 kemarin masih menjadi pertanyaan sebagian warganet Selengkapnya

    Menkominfo: Esensi Kurban adalah Keikhlasan dan Berbagi

    Menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H tepatnya pada Minggu (12/8/2019), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, menyaksikan penyerahan Selengkapnya

    Menkominfo Terus Dukung eSports Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara terus memberikan dukungan untuk olahraga eSport di tanah air melalui beragam instrumen. Salah Selengkapnya