FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    08 07-2019

    547

    Presiden Ingatkan Perlunya Kerja Terintegrasi Dalam Investasi

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non kementerian memasuki ruangan untuk mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (8/7/2019) - (Setkab)

    Jakarta, Kominfo - Dalam sambutan pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019) siang, Presiden Joko Widodo kembali menyinggung masalah investasi.

    Presiden yang dalam kesempatan itu didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan, sudah berapa puluh kali telah dia sampaikan agar investasi yang berkaitan dengan ekspor, yang berkaitan dengan barang-barang substitusi impor untuk tutup mata, berikan izin secepat-cepatnya.

    “Tapi kejadian yang ada di lapangan, tidak seperti itu,” kata Presiden Jokowi.

    Kepala Negara menunjuk contoh dari Kementerian Kehutanan misalnya, masih lama, terutama yang menyangkut urusan lahan.

    Presiden juga mengutip cerita Wakil Presiden (Wapres) mengenai petrochemical yang diperlukan tetapi berhenti sudah setahun lebih gara-gara yang berkaitan dengan lahan. “Urusan kecil tapi ya ini menghambat,” ujarnya.

    Demikian pula di Manado, Presiden menyampaikan kekurangan hotel, (investor) hotel berbondong-bondong mau bikin. Tapi urusan yang berkaitan dengan tata ruang, lanjut Presiden, sebetulnya dari Menteri BPN bisa menyelesaikan dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan.

    “Semua hal seperti ini kalau secara detail, kita ini terbelit oleh rutinitas dan tidak berani melihat problem, melihat tantangan-tantangan yang riil kita hadapi. Ya sampai kapanpun kita juga tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada,” tegas Presiden.

    Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan perlunya mendahulukan kerja yang terintegrasi, kerja tim antar kementerian.

    Tampak hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Muldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. 

    Berita Terkait

    Presiden: Lakukan Pelacakan Lebih Agresif dengan Gunakan Teknologi Komunikasi

    Kepala Negara juga meminta peningkatan uji spesimen, fokus pada provinsi dengan tingkat penyebaran tinggi, dan integrasi satu data. Selengkapnya

    Presiden Tinjau Kesiapan Prosedur Kenormalan Baru di Masjid Baiturrahim

    Masjid yang memiliki kapasitas untuk menampung sebanyak 750 jemaah tersebut nantinya untuk sementara waktu akan dibatasi menjadi kurang lebi Selengkapnya

    Presiden Bahas Penanganan Covid-19 Bersama Tokoh Lintas Agama

    Pandemi Covid-19 ini bukan lagi hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga telah berdampak ke sektor lain. Selengkapnya

    Presiden Tinjau Kesiapan Kenormalan Baru di Masjid Istiqlal

    Kepala Negara juga memeriksa perkembangan proyek renovasi masjid tersebut setelah sebelumnya dikunjungi pada awal Februari 2020 lalu. Selengkapnya