FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    03 07-2019

    488

    Ajak Pelajar dan Stakeholder, Kementerian Kominfo Kampanye Cegah Stunting

    Kategori Sorotan Media | meit001

    KLATEN, suaramerdekasolo.com – Pencegahan gagal tumbuh pada anak atau stunting harus dilakukan secara terpadu oleh beberapa kementerian. Langkah untuk meningkatkan kualitas generasi bersih dan sehat (Genbest) itu dilakukan sejak dini, pada remaja, pelajar dan stake holder terkait dalam pencegahan stunting.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ikut andil dalam pencegahan stunting dengan menggelar Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) di Hotel Galuh Prambanan, Klaten, Selasa (2/7).

    ‘’Kami menjadi koordinator kampanye nasional penurunan prevalensi stunting yang diikuti sekitar 300 peserta baik pelajar, mahasiswa, kepala desa, dan tokoh masyarakat Klaten. Kampanye Genbest merupakan inisiasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo untuk menciptakan generasi bersih dan sehat serta bebas stunting,’’ ujar Kasub Direktorat Informasi dan Komunikasi Sosial, Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sarjono.

    Prilaku hidup sehat

    Tahun ini, Klaten menjadi satu dari 60 kabupaten/kota yang menjadi prioritas pencegahan stunting. Ada 10 desa prioritas di Klaten yakni Sanggarahan, Randusari, Titang, Sumyang, Granting, Ngaren, Butuhan, Keprabon, Tibayan, dan Gemblengan.

     

    Remaja putri menjadi sasaran utama karena mereka untuk melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting, mereka harus punya pengetahuan dan pemahaman tentang penyebab stunting. Upaya itu butuh peran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kominfo berkomitmen menyediakan informasi tentang stunting, termasuk melalui Forum GenBest.

    ‘’Kami ambil peran sesuai tupoksi kami. Selain Forum Sosialisasi Genbest, informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, dan tumbuh kembang anak bisa diakses melalui situs genbest.id, media sosial @genbestid dan @infokompmk. Ada pula aplikasi android ‘’Anak Sehat’’ yang bisa diunduh dengan mudah,’’ kata Sarjono.

    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), sejak janin hingga usia 2 tahun. Sejauh ini, pemerintahan berhasil menurunkan angka stunting dari 37,2 persen di 2013 menjadi 30,8 persen pada 2018. Meski turun, angka tersebut masih tergolong tinggi.

    Penurunan stunting dilakukan dengan intervensi gizi ibu hamil dan anak dan intervensi sensitif seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, alokasi dana desa, edukasi, serta sosialisasi. Upaya itu dilakukan untuk menghadapi bonus demografi tahun 2030, diperkirakan 68 persen usia produktif saat itu lahir di masa ini. (Merawati Sunantri)

    Sumber: suaramerdekasolo.com

    Berita Terkait

    Malam Ini, Kementerian PANRB Gelar Malam Anugerah ASN 2019

    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali mengadakan Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedua Selengkapnya

    Minimalkan Pemalsuan Dokumen, Kominfo Sertifikasi Tanda Tangan Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meresmikan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pa Selengkapnya

    Angka Stunting di Solok Tinggi, Kominfo dan Pemkab Ajak Remaja Cegah Stunting

    Kabupaten Solok merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki angka stunting yang tinggi. Hal ini tentunya perlu perhatian dari se Selengkapnya

    Dukung Sail Nias 2019, Kominfo Bangun Media Center

    Selengkapnya