FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    25 06-2019

    494

    Ketua Dewan Pers Ibaratkan Informasi Seperti Oksigen

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo – Perkembangan teknologi informasi kini menjadi kunci pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini. Namun, selalu ada tantangan bagi yang menerima maupun yang menyampaikan informasi melalui teknologi tersebut. 

    Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022, Muhammad Nuh mengibaratkan informasi seperti oksigen. "Setiap orang tentu membutuhkan oksigen untuk bernafas. Namun, setiap orang mendapatkan ogsigen dengan cara yang berbeda-beda," ungkapnya melalui Program Tok Tok Kominfo Kepoin Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (25/06/2019).

    Menurut Nuh, layaknya oksigen saat ini setiap orang pasti membutuhkan. Meskipun demikian, Ketua Dewan Pers menekankan persoalan bagaimana menerima informasi.

    “Intinya kita itu butuh informasi, esensinya itu. Oleh karena itu, sering saya istilahkan informasi itu ibaratnya oksigen, semua orang butuh oksigen. Tinggal bagaimana persoalannya, gimana saya bisa dapat oksigen itu,” kata M Nuh. 

    Mantan Mendikbud itu kembali mencontohkan, informasi ibarat oksigen itu harus yang murni. Artinya, oksigen yang murni dan tidak terkontaminasi.  Jika ada oksigen yang terkontaminasi, maka setiap orang bisa memfilter atau memilah dan memilih.

    “Jadi ilustrasinya seperti itu. Oleh karena itu, kita sekarang sudah masuk pada era masyarakat yang berbasis informasi dan pengetahuan. Maka, mau tidak mau, yang namanya informasi itu jadi ruh nya,” jelasnya

    Menurut M. Nuh, jika setiap orang meletakkan informasi sebagai ruh dalam pribadi masing-masing, maka informasi yang dikatakan baik, haruslah berbasis pada data. 

    “Semuanya (informasi) harus basisnya data. Dari data ini kalau diolah jadi informasi, (dari) informasi ini kalau dicari keterkaitan antara informasi yang satu dengan informasi yang lain, nanti jadinya knowladge (pengetahuan)," tegasnya.

    Melalai penjabaran esensi informasi berbasis data, kemudian menghasilkan pengetahuan, M. Nuh menyatakan, informasi tersebut akan berkembang menjadi wisdom (kebijaksanaan).

    "Kalau kita cari keterkaitan dengan perkembangan masyarakat di era sekarang ini, maka motornya itu ilmu pengetahuan, kreatifitas dan inovasi. Karena untuk kreatif itu harus punya imajinasi," tuturnya. **

    Berita Terkait

    Kota Surabaya Berubah Jadi Zona Hitam? Disinformasi!

    Di media sosial twitter, Kota Surabaya menjadi perbincangan. Bahkan ada konten yang menyebutkan status Kota Surabaya menjadi zona hitam berk Selengkapnya

    Kominfo Komitmen Beri Informasi Tanpa Libur di Masa Pandemi

    Kementerian Komunikasi dan Informatika elama pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyatakan komitmen bekerja tanpa libur. Targetnya Selengkapnya

    Menkominfo: Keterbukaan Informasi Bagian Integral Pembangunan

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan saat ini bangsa Indonesia senantiasa menantikan informasi publik yang terbuka. Selengkapnya

    Pergeseran Mindset Masyarakat, Kominfo Dorong UMKM Berbisnis Online

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Widodo Muktiyo menyatakan saat ini sudah terjadi p Selengkapnya