FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 06-2019

    483

    Hari Dunia Menentang Pekerja Anak?

    KategoriArtikel GPR | mth

    Tahukah kamu bahwa hari ini (12 Juni) bertepatan dengan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak?  Pekerja Anak adalah anak yang melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sehingga menghambat hak bermain dan belajarnya.

    Pemerintah sudah, sedang, dan terus melakukan langkah-langkah untuk mempercepat terwujudnya peta jalan Indonesia bebas pekerja anak tahun 2022. Antara lain dengan kegiatan Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) dan Pencanangan Zona Bebas Pekerja Anak.

    Salah satunya melalui kegiatan Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH).  Sinergi antara beberapa pihak diperlukan untuk mengurangi pekerja anak. 

    Hingga akhir 2018, Kementerian Ketenagakerjaan berhasil menarik 116.456 pekerja anak untuk dikembalikan ke dunia pendidikan melalui PPA-PKH.

    Tahun 2019 ditargetkan 18.000 pekerja anak dapat ditarik melalui kegiatan PPA-PKH. 

    Pemerintah juga menentang pekerja anak dengan pencanangan kota bebas pekerja anak dan mendorong kawasan industri bebas pekerja anak. Mari dukung upaya pemerintah dengan meningkatkan kepedulian kepada anak-anak di sekitar kita!

    Sayangi dan penuhi kebutuhan khas anak-anak, yaitu bermain, bersekolah dan istirahat secara cukup. 

    Selamat beraktivitas dan Salam Produktif!

    Berita Terkait

    Lansia Mandiri Sejahtera

    Pada tahun 2018 jumlah lansia sekitar 24 juta orang, kurang lebih ada 2 juta lanjut usia berkategori bedridden (terbaring di tempat tidur). Selengkapnya

    May Day, Momentum Kebersamaan Pekerja, Pengusaha dan Pemerintah

    Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri mengajak Pekerja/Serikat Buruh, pengusaha, maupun pemerintah untuk bersama-sama merayakan Peringat Selengkapnya

    Bahasa Indonesia Perekat Kebangsaan

    Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla, didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, membuka Selengkapnya

    Lima Belas Pesan Menjelang Armina

    Selengkapnya