FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 05-2019

    184

    Sekjen Kominfo Ajak Purnabakti Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian

    KategoriBerita Kementerian | mth
    Sekjen Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti saat memberikan cenderamata dalam Pelepasan Purnabaktik Kementerian Kominfo, Jumat (24/05/2019). - (Sina)

    Jakarta, Kominfo - Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti mengajak purnabakti untuk tetap mengabdi usai menjalani pensiun. Salah satunya tetap menjadi sumber informasi yang benar untuk memerangi maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

    "Bapak, Ibu jadi sumber informasi di tengah membanjirnya informasi. Banyaknya hoaks dan ujaran kebencian, tuduhan yang tidak berdasar. Provokasi dalam bentuk informasi media sosial yang penuh dengan kebencian. Tugas kita untuk meluruskan," pinta Niken saat memberikan sambutan dalam Pelepasan Purnabaktik Kementerian Kominfo, Jumat (24/05/2019).

    Menurut Sekjen Niken,  ASN atau aparatur sipil negara memiliki tanggung jawab untuk mengawal negara. "Harus-harus betul mengawal Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan tentunya pemerintahan yang sah. Ketika pemerintah dicaci maki, terkena hoaks, tugas kita untuk mengkarifikasi," tandasnya.

    Sekjen Kominfo berkisah soal seorang polisi yang dituding dari Cina. "Padahal ayahnya orang Padang dan ibunya keturunan Cina yang sudah lama tinggal di Indonesia. Ia orang Indonesia asli," tutur Niken.

    Dalam kesempatan itu, Sekjen Niken menyampaikan apresiasi Menteri Kominfo Rudiantara atas pengabdian para Aparatur Sipil Negara (ASN) Purnabakti. 

    "Pak Menteri menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas sampai tuntas. Keberhasilan Kominfo tak lepas dari kerja keras Bapak dan Ibu semua," tuturnya.

    Pelepasan purnabakti merupakan bentuk apresiasi dari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Unit Kementerian Kominfo kepada pegawai yang telah memasuki masa purnatugas.

    "Acara ini bentuk kepedulian KORPRI Unit Kominfo kepada purnabakti. Ada 18 PNS yang pada tanggal 1 Juli 2019 memasuki masa purnatugas," ungkapnya. 

    Menurut Rosarita Niken, pensiun merupakan keniscayaan dan prasasti kebanggaan. "Prasasti kebanggaan sampai dengan pensiun tidak terjadi apa-apa, masih sehat. Dan iniiah jadi kebanggaan kita semua pada saat pensiun merupakan puncak dari pengabdian kita," jelas Niken.

    Sekjen Niken menilai masa pensiun merupakan masa untuk berkarya dan mengabdi secara lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat.  "Terus berkarya manfaatkan pengalaman, biasanya kalau pensiunan Kominfo selalu dipilih jadi tokoh masyarakat," pinta Niken. 



    Berita Terkait

    Menkominfo: Esensi Kota Cerdas Perbaikan Layanan Publik

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut Gerakan Smart City atau Kota Cerdas di sejumlah daerah berhasil meningkatkan taraf hi Selengkapnya

    Kominfo Ajak Kaum Perempuan Manfaatkan Gadget untuk Go Online

    Gadget atau handphone tidak hanya dijadikan sebagai alat untuk bermedia sosial semata. Lebih dari itu, banyak cara dan inovasi-inovasi baru Selengkapnya

    Sekjen Kominfo: Zonasi untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan Anak Bangsa

    Kebijakan Zonasi Sekolah merupakan program pemerintah di bidang pendidikan yang bertujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan anak bangsa, Selengkapnya

    Kominfo Kembangkan Aplikasi Penyiaran Seperti Media Sosial

    Direktur Penyiaraan Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Geryantika Kurnia mengharapkan desain aplikasi perizinan penyiaran mudah dig Selengkapnya