FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 05-2019

    236

    Dirjen SDPPI Ajak Santri Produktif Manfaatkan Internet

    KategoriBerita Kementerian | mth

    Bogor, Kominfo - Kemajuan teknologi internet harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produktivitas. Bagi santri tentunya produktivitas yang dimaksud adalah bertambahnya ilmu pengetahuan melalui informasi yang digali dari "tambang" internet. Bahkan, dengan informasi berpeluang menjadi orang besar.

    “Peluang menjadi orang besar jauh lebih terbuka dengan mengakses informasi yang tak terbatas. Information is power. Ke depan, yang ditambang itu adalah informasi. Orang menggali informasi untuk menjadi senjatanya,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Ismail  dalam Bakti Sosial Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 di Pesantren Darut Tafsir, Bogor, Selasa (21/5/2019).

    Dalam kegiatan bertema Hikmah Puasa Ramadhan Membangkitkan Rasa Persatuan Umat, itu, Dirjen SDPPI mengajak para santri untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat teknologi internet.

    "Teknologi internet menjadikan semakin hilangnya batas ruang dan waktu. Sebuah penelitian menyebutkan dari bangun tidur, 76 persen orang langsung membuka telepon selulernya selama satu menit. Data lainnya, 96,4 anak milenial sudah terkoneksi dengan internet," tutur Ismail.

    Dirjen SDPPI yakin para santri yang ada di Bogor adalah bagian dari generasi muda yang sudah sangat terkoneksi dengan dunia internet. Ia lantas mengingatkan pesan Menkominfo agar para santri mampu mengantisipasi permasalahan yang muncul sebagai dampak internet.

    Berkaitan dengan peringatan Harkitnas, Ismail menyampaikan keterlibatan kaum santri mengantarkan republik ini berdiri. "Menghadapi kemajuan teknologi ini, peran santri juga diharapkan dapat memberi andil bagi kemajuan bangsa," tandasnya.

    Dirjen Ismail pun mengingatkan agar para santri mampu menyeleksi informasi yang beredar. Ia mengutip Surah Al Hujurat Ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

    “Jauh hari Rasullulah sudah memperingati tentang hoaks, agar kita tabayyun, kemana bertanyanya? Tentu kepada yang kompeten. Kalau santri tanyanya ke Kyai. Jadi, walau jarak, ruang dan waktu itu sudah tidak masalah lagi di dunia internet, namun kita tetap harus waspada,” pungkasnya .

    Dalam kesempatan itu, Dirjen SDPPI mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika menyampaikan tanda kasih kepada Pimpinan Pondok Pesantren KH. Nu’man Istirochi diantaranya perlengkapan shalat, sembako dan sumbangan dari para pegawai di lingkungan Kementerian Kominfo.

    Berita Terkait

    Pemerintah RI dan Malaysia Bahas Interferensi Perbatasan

    Pemerintah Republik Indoneisa dan Malaysia membahas interferensi frekuensi siaran televisi. Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Depar Selengkapnya

    Lantik Dirjen IKP, Menkominfo Minta Tingkatkan Kecepatan Berkomunikasi

    Menteri Kominfo Rudiantara melantik Prof. Dr. Widodo Muktiyo, SE. M.Com sebagai Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementeria Selengkapnya

    Dirjen SDPPI Ajak Mahasiswa Jadi Duta Frekuensi

    Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengajak mahas Selengkapnya

    Ditjen SDPPI Buka Layanan ISR MOTS di Indramayu

    Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka loket layanan perizinan Sta Selengkapnya