FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    17 05-2019

    345

    Menperin: Generasi Milenial Topang Penerapan Ekonomi Digital

    KategoriBerita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki era revolusi industri 4.0. Program berupa reskilling (pelatihan kemampuan baru) dan upskilling (peningkatan kemampuan) menjadi kunci pengembangan SDM yang berkualitas dalam mengimplementasikan ekonomi digital.

    “Karena itu, pemerintah fokus memacu agar anak-anak muda yang termasuk generasi milenial di Tanah Air paham terhadap dunia digital,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (17/05/2019).

    Menperin menilai, generasi milenial sangat berperan penting dalam menerapkan industri 4.0. Apalagi, Indonesia akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. Artinya, sebanyak 130 juta jiwa yang berusia produktif dapat mengambil kesempatan baru untuk mengembangkan bisnis di era digital.

    “Jadi reskilling dan upskilling itu diperlukan karena digitalisasi ekonomi membutuhkan skill set yang berbeda dengan ekonomi sebelumnya. Jadi, anak-anak muda kita perlu paham atau literasi terhadap dunia digital,” jelasnya.

    Dalam menyongsong era industri digital, pemerintah juga menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur pada tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai USD100 miliar dan total nilai e-commerce sebesar USD130 miliar.

    “Saat ini, Indonesia sudah punya empat unicorn, dan mereka semuanya tumbuh bukan bagian dari ‘konglomerasi’ sehingga membentuk wirausaha baru yang kuat,” ungkapnya.

    Namun demikian, menurut Airlangga, minimal ada tiga pengetahuan yang harus dikuasai oleh generasi milenial, yakni bahasa Inggris, coding, dan statistik. “Dalam industri digital, bahasanya yang digunakan adalah coding, baik itu dalam ekosistem Android maupun IoS. Kemudian juga digunakan dalam internet of things  dan artificial intelligence,” imbuhnya.

    Sementara itu, ilmu statistik menjadi penting karena untuk memahami pengetahuan terhadap data. Apalagi,dalam era ekonomi digital, big data bagian yang tak pernah terpisahkan. “Pengetahuan-pengetahuan ini wajib dikuasai oleh anak-anak muda kita, sehingga mereka bisa masuk dalam ekonomi digital yang besar,” tuturnya.

    Membangun coworking space

    Kemudian, pemerintah mendorong pembangunan coworking space untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda agar lebih kreatif dan inovatif. Sebab, teknologi di era revolusi industri 4.0 berbeda dengan era sebelumnya. “Dalam revolusi industri 4.0, perkonomian tidak lagi berbasis kepada modal tetapi berbasis kepada SDM,” jelas Menperin.

    Airlangga menambahkan, pemerintah juga terus mengajak anak-anak muda di seluruh Indonesia, bisamendapatkan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan ikut berperan aktif dalam era industri digital. “Industri 4.0 mendorong pemerintah melakukan empowering human talents. Jadi, terpacu untuk fokus memperkuat generasi muda kita dengan teknologi dan inovasi,” ujarnya.

    Menperin meyakini, keberadaan coworking space dapat menciptakan talenta-talenta anak muda yang mampu bersaing di era industri digital. Upaya ini telah dilakukan di beberapa daerah melalui kerja sama dengan universitas. Sejumlah daerah yang sudah memiliki coworking space tersebut, antara lain di Bandung, Batam, Bali, Makassar dan Palu.

    Coworking space inipun akan didorong dengan palapa ring dan digitaliasasi infrastruktur, yang ditargetkan bisa selesai sampai ke Papua. Kalau ini bisa berjalan, saya optimistis talenta-talenta di daerah bisa tumbuh, terutama yang dekat dengan universitas,” terangnya.

    Di samping itu, guna menciptakan anak-anak muda bertalenta di era ekonomi digital, pemerintah juga mendorong pendidikan-pendidikan yang sifatnya kelas dunia. Salah satunya melalui Apple Academy yang bekerjasama dengan Binus University di BSD City, Serpong, Tangerang, Banten.

    “Program di Apple Academy ini ditargetkan dapat menghasilkan 200 lulusan dalam satu tahun, di mana dalam satu tahun program pendidikan mereka bisa menjual produknya di App Store (toko aplikasi di perangkat Apple), sehingga masuk langsung ekspor dalam ke global market,” ungkapnya. Kemudian, Apple Academy yang kedua akan dibangun di Surabaya bekerjasama dengan Ciputra University, dan yang ketiga di Nongsa, Batam.

    Berita Terkait

    Presiden: Pulau Nias Pilar Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Presiden Joko Widodo menekankan bahwa, salah satu pilar pertumbuhan perekonomian Indonesia adalah di sektor pariwisata. Kepulauan Nias menur Selengkapnya

    Industri Kerajinan Jadi Penyokong Perekonomian Indonesia

    Industri kerajinan mempunyai peran strategis bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya industri itu tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamik Selengkapnya

    CAK eMus dari Surabaya, Solusi Ciptakan Lapangan Kerja di Era Digital

    Sebanyak 77 bisnis rintisan (start up) berstatus residen telah dilahirkan melalui inovasi CAngKrukan entrepreneur MUda Surabaya (CAK eMus) m Selengkapnya

    Tuntaskan Peta Jalan e-Commerce, Pemerintah Kini Siapkan Strategi Nasional Ekonomi Digital

    Pemerintah terus berupaya mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital di Indonesia, sejalan dengan visi untuk menjadikan Indonesia seba Selengkapnya