FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 05-2019

    238

    Dari Takjil Beracun Hingga Kecurangan Pemilu 2019 di Bekasi

    KategoriBerita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo – Sebuah unggahan di media sosial facebook ramai dibahas warganet, karena ditemukan tersangka pembawa koper merah berisikan takjil beracun dari Mabes Polri saat aksi 10 Mei 2019 lalu di Bawaslu.

    Dalam postingan tersebut, nama tersangka yang dimaksud adalah Azis dari Mabes Polri yang menyamar sebagai penyusup ke massa aksi pendukung Capres 02. 

    Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, informasi yang beredar tersebut tidak benar, dan sudah diklarifikasi langsung dari Markas Besar Polri.

    “Tidak benar, Mabes Polri sudah membantah kalau tidak ada intelijen polisi yang menyusup, apalagi sampai memberikan makanan beracun dalam tas merah. Itu hoaks,” kata Ferdinandus di Jakarta, Senin (13/05/2019).

    Ferdinandus menjelaskan, pihak dari Mabes Polri juga sudah mengirimkan tim siber, guna untuk mendalami akun yang menyebarkan isu hoaks tersebut.

    Konten yang terindikasi disinformasi lainnya dari KPU Kota Bekasi. Sebuah video beredar luas yang memperlihatkan sekelompok orang tengah sidak gudang KPU. Mereka menuding telah terjadi kecurangan yang ditandai dengan pemindahan surat suara, dari tempat rekapitulasi suara di Gedung Balai Rakyat, Bekasi Selatan, ke Gudang KPU di Jalan Jenderal Sudirman.

    Tidak hanya itu, beberapa orang tersebut juga menemukan sejumlah kotak suara yang tidak tergembok. Namun, Ferdinandus mengatakan, berdasarkan keterangan dari Ketua KPU Kota Bekasi Nurul Sumarheni, hal tersebut tidak menyalahi aturan.

    “Pemindahan kotak suara tidak menyalahi aturan, karena proses penghitungan suara sudah selesai dan berita acara sudah diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, dalam hal ini saksi, peserta, dan pengawas pemilu,” kata Ferdinandus mengutip klarifikasi dari Nurul.

    Nurul juga mengatakan, pemindahan kotak suara sesuai dengan jadwal. Terkait ditemukannya sejumlah kotak suara yang tidak tergembok, Nurul menjelaskan semua kotak surat suara sudah digembok dan beberapa gembok terlepas saat proses pemindahan. Hal senada juga dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tommy Suswanto.

    Berikut rincian lengkap laporan isu hoaks harian untuk tanggal 13 Mei 2019 dari Tim AIS Kementerian Kominfo.  

    1. Jalan Tol Proyek Jokowi di Sulawesi Tengah

    2. Rekaman Video Warga Rejang Lebong yang Tersengat Listrik

    3. Koper Merah Berisikan Takjil Beracun dari Mabes Polri

    4. Pembegalan Seorang Pemuda yang Melintas di Kawasan Dendam Kota Bengkulu

    5. Polisi Dagelan

    6. Sandal Bertuliskan Huruf Arab dari Ayat Al-Quran

    7. Polisi Menembak Saksi yang Tidak Terima Rekap Pleno KPU

    8. Ternyata Agnes Kusumahandari, Guru SDN Pakujajar Sukabumi Perekam Video Ancaman Pemenggalan Kepala Presiden Jokowi

    9. Informasi Data Pribadi Orang yang Diduga Ada dalam Video Berisi Seorang Laki-laki yang Menyebut akan "Memenggal Kepala Jokowi"

    10. Arti No 571 Pada Seragam Tentara Turki

    11. Kecurangan Pemilu 2019 di Bekasi, Kotak Suara Pilpres Tidak Terkunci

    12. Dimatiin Buat Nutupin Fakta **

    Berita Terkait

    Hoaks Peraturan Ganjil Genap di DKI hingga Pengalihan Arus Lalu Lintas

    Kepolisian RI kerap melakukan sosialisasi mengenai aturan yang berkaitan dengan lalu lintas. Dan terkadang, masyarakat seringkali mengirimka Selengkapnya

    Menkominfo Bawa Agenda Kebebasan Pers di Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan memaparkan kondisi kebebasan pers di Indonesia dalam Konferensi Global untuk Kebebasan Me Selengkapnya

    Hoaks, Jokowi Kejar Target Bangun Tol untuk Pemilu 2019!

    Pembangunan infrastruktur jalan tol untuk masyarakat beberapa waktu lalu menuai pro kontra. Bahkan, ada pihak tertentu yang dengan sengaja m Selengkapnya

    Dari Diskualifikasi Cawapres 01 Ma'ruf Amin Hingga Video Indonesia Akan Bubar

    Cawapres 01 terpilih Ma'ruf Amin menjadi korban hoaks lantaran diduga memiliki jabatan strategis di BUMN. Tak lama kemudian, Ma'ruf Amin lan Selengkapnya