FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 05-2019

    406

    Menkominfo Presentasi Penanganan Konten Media Sosial Selama Pemilu 2019 ke Komisi I DPR RI

    KategoriBerita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo – Sukses penyelenggaraan Pemilu 2019, tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam menciptakan suasana yang kondusif berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya pemantauan konten di platform media sosial. 

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, memaparkan hasil pengamanan di media sosial  kepada Anggota Komisi I DPR RI dalam rapat kerja di Gedung Paripurna II DPR RI, Jakarta, Senin (13/05/2019). 

    Dalam Pemilu Serentak 2019, Menteri Rudiantara menyatakan, Kementerian Komunikasi dalam hal ini tidak melakukan pengamanan infrastruktur TIK. Hal itu disebabkan KPU membangun infrastruktur TIK sendiri. Sementara dari sisi keamanan siber, KPU telah dibantu oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

    “Karena Kominfo tidak lagi menangani keamanan siber. Namun demikian, yang kami bantu adalah penanganan konten-konten yang berkaitan dengan pemilu, khususnya yang berkaitan dengan Bawaslu dan KPU,” kata Rudiantara.

    Menteri Rudiantara menjelaskan, menjelang pelaksanaan pemilu yakni pada tanggal 17 April, Kementerian Kominfo telah bekerjasama dengan Bawaslu dalam menangani iklan selama masa tenang yang diduga melanggar undang-undang.  

    “Saat menjelang tanggal 17 April, disitu ada masa tenang, dimana diatur dalam UU tidak boleh ada yang namanya iklan, baik melalui media cetak, elektronik, maupun media online. Jadi, (Kominfo) membantu Bawaslu agar tidak ada iklan khususnya di media online,” jelasnya.

    Namun, terkait dengan ekspresi dukungan masyarakat secara pribadi di media sosial, baik untuk Capres maupun Caleg, tidak dikategorikan iklan karena dianggap sebagai kebebasan berekspresi.

    Mengenai kerjasama dengan KPU, Menteri Rudiantara menyampaikan hingga saat ini, masih terus berjalan, terutama yang berkaitan dengan patroli dan aduan konten yang sifatnya mencoba mendelegitimasi KPU. 

    “Jadi, ada tim dari Kominfo dan KPU yang setiap hari menyisir, mencari, mengidentifikasi potensi hoaks, kemudian disampaikan kepada KPU untuk diklarifikasi oleh KPU. Karena, yang mengerti mengenai konten dari aturan UU pemilu yang berkaitan dengan KPU, tentunya KPU,” ungkapnya.

    Lanjut Menteri Rudiantara, terkait hal tersebut, Kominfo sifatnya hanya membantu, termasuk analisa isu dugaan kecurangan pelaksanaan pemilu. Kerjasama yang berkaitan dengan KPU, Kominfo terus lakukan sampai dengan saat ini. **

    Berita Terkait

    Gandeng Warganet, Kominfo Promosikan Pameran KriyaNusa 2019

    Guna mempromosikan gelaran Pameran KriyaNusa 2019 yang akan berlangsung pada tanggal 11-15 September 2019 di Balai Kartini Jakarta, Kementer Selengkapnya

    Menkominfo Ajak ASN Pikirkan Kepentingan Masyarakat

    Menteri Kominfo Rudiantara mengajak para ASN Kementerian Kominfo selalu memikirkan kepentingan masyarakat dalam menjalankan program kerja da Selengkapnya

    Menkominfo Apresiasi Google Cloud Kembangkan Data Center Tier 4 di Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi pendirian data center Google Cloud yang akan tuntas pertengahan tahun 2020. Menu Selengkapnya

    Menkominfo: Kanal Penyebar Hoaks Papua Berasal dari 20 Negara

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan pihaknya telah mendeteksi kanal atau tautan penyebar hoaks yang berkaitan dengan Pa Selengkapnya