FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
13 05-2019

165

Sekjen Kominfo: Perempuan Harus Lebih Aktif dalam Dunia TIK

Kategori Berita Kementerian | adhi004
Sekjen Kominfo Rosarita Niken dalam Acara International Girls in ICT Day di Ruang Anantakupa, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (13/05/2019). - (Sina)

Jakarta, Kominfo - Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti mengajak generasi muda, khususnya kaum perempuan untuk lebih aktif dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK).  

"Penting untuk mendorong dan memotivasi perempuan muda untuk mengejar pendidikan dan karir di bidang ICT (TIK). Pasalnya, lebih dari 56% atau 143 juta pengguna internet di Indonesia adalah perempuan," ujar Rosarita Niken dalam Acara International Girls in ICT Day di Ruang Anantakupa, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (13/05/2019).

Menurut Sekjen Niken, di Indonesia perempuan masih belum optimal memanfaatkan peluang kerja di bidang TIK. Bahkan, menurut Niken, saat ini hanya 55% perempuan yang bekerja di dunia TIK dibandingkan laki-laki yang bisa mencapai 83%. 

Sekjen Kominfo,menambahkan salah satu penyebab kurangnya perempuan yang berkarir di bidang ICT adalah masih kuatnya pandangan bahwa dunia tersebut hanya diminati oleh laki-laki.

"Banyak orang berpandangan bahwa pendidikan dan karir di bidang telekomunikasi, teknik, programming, broadcasting dan coding dianggap sebagai pekerjaan laki-laki. Dan perempuan biasanya tidak tertarik di bidang ini," jelasnya. 

Sekjen Niken mengakui tantangan perempuan di dunia TIK juga tidak ringan. Meskipun bisa diatasi dengan bekerja lebih gigih dan keras. "Bagaimana membangun percaya diri bagi kaum perempuan untuk bisa masuk ke dunia ICT, dibutuhkan satu kegigihan, dibutuhkan satu perjuangan yang lebih apabila seorang perempuan akan aktif di dunia kerja," jelasnya. 

Menurut Sekjen Niken, perempuan yang masuk dunia TIK harus bisa bekerja lebih gigih dan membangun sinergitas. "Untuk seorang perempuan harus menunjukkan barangkali dua kali lebih banyak kerja keras agar bisa diakui di dalam lingkup pekerjaan kita. Perlu selain skill tentunya usaha yang keras, kegigihan, dan tentu bisa membangun sinergi dengan berbagai pihak. Dan tidak lupa terus belajar serta mencari banyak pengetahuan yang barangkali pengetahuan karena perkembangan teknologi informasi ini inovasi tiada henti," paparnya.

Oleh karena itu, Sekjen Kominfo berpesan kepada para perempuan Indonesia agar selalu bisa bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita. "Yang penting mau bekerja keras dalam meraih cita-cita. Hanya dengan kerja keras kita bisa meraih mimpi kita, kita bisa meraih cita-cita kita," tuturnya.

Peringatan International Girls in ICT Day diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tema peringatan mengusung tema "Expand Horizons, Change Attitudes".  Acara yang berlangsung setengah hari itu diikuti oleh puluhan peserta dari organisasi perempuan dan sivitas Kementerian Kominfo.

Hadir dalam acara ini, Head of International Telecommunication Union (ITU) Area Office Jakarta, Syed Ismail Shah dan United Nations (UN) Resident Coordinator Anita Nirody. Selain itu hadir pula perwakilan dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), artis sekaligus influencer Velove Vexia, serta perwakilan dari organisasi mitra PBB dan ITU di Indonesia. (AS)

Berita Terkait

Ketua Dewan Pers: Media Harus Edukatif!

Di tengah dinamika pasca Pemilihan Umum Serentak 2019, para insan pers diharapkan kehadirannya untuk memberikan pemberitaan yang dapat menya Selengkapnya

Jelang Lebaran, Tim AIS Kominfo Pastikan Pantau Aktivitas Media Sosial

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, masyarakat disibukkan dengan aktivitas mudik untuk kembali ke kampung halaman. Namun, tidak untuk Tim Selengkapnya

Sekjen Kominfo Ajak Purnabakti Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti mengajak purnabakti untuk tetap mengabdi usai menjalan Selengkapnya

Kominfo Temukan Kabar Hoaks Soal Aksi 22 Mei dan Situng KPU

Sejumlah konten yang memuat ujaran kebencian, fitnah dan hoaks tersebar melalui media sosial dan pesan instan. Konten yang terkait aksi demo Selengkapnya