FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 04-2019

    340

    Rajut Persatuan, Setop Sebar Hoaks Lewat Media Sosial

    KategoriBerita Kementerian | mth
    Menteri Kominfo Rudiantara dalam Dialog Narasi dan Media Sosial, di Hotel Grand Royal Denai, Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (24/04/2019). - (www.suaramuhammadiyah.id)

    Bukittinggi, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak warganet untuk merajut kembali persatuan dan berhenti menyebarkan hoaks. 

    "Kita harus bisa menggunakan media sosial dengan bijak, agar terhindar dari hoaks. Apalagi hoaks ini, makin kesini makin banyak. Apalagi kita baru selesai melaksanakan pemilu serentak, untuk itu kita mesti rajut kembali persatuan. Jadi, setoplah hoaks!" ucapnya dalam Dialog Narasi dan Media Sosial, di Hotel Grand Royal Denai, Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (24/04/2019).

    Dalam kegiatan yang diadakan oleh Suara Muhammadiyah, bekerjasama dengan Kementerian Kominfo, Menteri Rudiantara, Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Sehingga, jika ada perbedaan jangan Islam atau umat lainnya disalahkan. Sebab, Islam Indonesia cinta damai dan rahmatan lil alamin.

    "Kita tidak primordialisme terhadap agama. Islam yang kita terapkan adalah ajaran yang penuh kasih, terbuka kepada siapapun dan selalu merajut persatuan dengan semua umat," tutur Rudiantara.

    Menteri Kominfo menegaskan dalam penindakan terhadap hoaks ini, pemerintah tidak akan tebang pilih dan pandang bulu. "Sebagai contoh saat penyelenggaraan pilpres kemarin. Banyak kita identifikasi hoaks, baik itu dari 01 maupun 02. Tetap aja hoaks adalah hoaks. Jadi semuanya dieliminir," tegasnya.

    Ketika ditanya upaya yang telah dilakukan Kominfo untuk kembali mempersatukan bangsa ini serta menghentikan penyebaran hoaks, Menteri Rudiantara mengatakan, pihaknya sudah memasang public service announcement atau iklan di seluruh televisi nasional.

    "Iklan berdurasi 40 detik ini memuat testimoni 01 dan 02 agar semua pihak bisa kembali bersatu dan bersama-sama membangun Indonesia setelah selama tahapan pemilu saling berbeda," sebut Menteri Rudiantara. 

    Dalam dialog publik yang Menteri Kominfo memaparkan tiga upaya Kementerian Kominfo agar hoaks tidak berkembang. Pertama, melalui literasi dan sosialisasi. Kedua penanganan penyebaran hoaks. 

    "Dengan memberi stempel hoaks pada berita yang salah, kemudian menyandingkan berita benar dan diinformasikan kembali ke masyarakat, sehingga netizen bisa membandingkannya," tutur Rudiantara seraya menambahkan upaya yang terakhir, penindakan dari aparat hukum dimana Kominfo membantu membuat regulasi dan sebagainya. 

    Menteri Rudiantara berpesan kepada masyarakat agar menyayangi pulsanya dengan tidak menyebarluaskan hoaks. "Sayangi pulsa anda. Pergunakan dengan bijak. Jangan mengirim dan menerima foto atau video yang tidak jelas kebenarannya," tandas Rudiantara. 

    Kegiatan yang berlasung di kota kelahiran Bung Hatta ini, dihadiri juga oleh Ahmah Syafii Maarif, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Deni Asyari, Direktur Suara Muhammadiyah, Hamim Ilyas, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah serta Wakil Rektor UNS, Widodo Muktio.

    Sumber

    Berita Terkait

    Beredar Hoaks Bandara Soetta Dijual ke Hongkong

    Selengkapnya

    Kominfo Kembangkan Aplikasi Penyiaran Seperti Media Sosial

    Direktur Penyiaraan Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Geryantika Kurnia mengharapkan desain aplikasi perizinan penyiaran mudah dig Selengkapnya

    Jelang Putusan MK, Ketua KPI Imbau Masyarakat Cerdas Sikapi Informasi

    Komisi Penyiaran Indonesia mengimbau meminta masyarakat tenang dan menyimak informasi yang valid di media terpercaya. Oleh karena itu, Ketua Selengkapnya

    Jelang Lebaran, Tim AIS Kominfo Pastikan Pantau Aktivitas Media Sosial

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, masyarakat disibukkan dengan aktivitas mudik untuk kembali ke kampung halaman. Namun, tidak untuk Tim Selengkapnya