FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    12 04-2019

    1803

    Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian, Kominfo Luncurkan Layanan Chatbot

    SIARAN PERS NO. 79/HM/KOMINFO/04/2019
    Kategori Siaran Pers
    Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Aabrijani Pangerapan saat menerangkan peluncuran Chatbot Anti Hoaks di hadapan rekan-rekan media di Jakarta, Jumat (12/4). - (SINA)

    Siaran Pers No. 79/HM/KOMINFO/04/2019
    Jumat, 12 April 2019
     
    Tentang
    'Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian, Kominfo Luncurkan Layanan Chatbot'
     
    Jakarta, Kominfo - Dalam rangka meningkatkan upaya memerangi hoaks, kabar bohong, informasi menyesatkan dan ujaran kebencian, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyediakan layanan chatbot. Layanan tersebut diberi nama Chatbot Anti Hoaks.
    Chatbot Anti Hoaks adalah piranti lunak berupa program komputer yang dirancang untuk menjawab setiap pertanyaan publik mengenai informasi yang masih diragukan kebenarannya.
     
    Persebaran atau distribusi hoaks, kabar bohong, informasi menyesatkan dan ujaran kebencian yang terus meningkat menjelang 17 April 2019 serta menyadari kesullitan masyarakat dalam melakukan verifikasi sebuah informasi hoaks, Kemkominfo RI menggandeng Prosa, sebuah start up pengembang natural language processing mengembangkan Chatbot Anti Hoaks yang dapat mempermudah masyarakat melakukan pengecekan kebenaran sebuah informasi atau berita yang diperoleh.
    Chatbot Anti Hoaks terkoneksi dengan aplikasi pesan instan Telegram melalui akun @chatbotantihoaks.
     
    Informasi klarifikasi hoaks yang yang akan disajikan melalui chatbot adalah berasal dari data base atau pangkalan data Mesin AIS Kemkominfo.
     
    Saat ini Kemkominfo dan Prosa sedang mengembangkan layanan Chatbot Anti Hoaks untuk pengguna aplikasi pesan instan Whatsapp dan LINE.
     
    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel A Pangerapan meluncurkan layanan aplikasi Chatbot Anti Hoaks tersebut di Jakarta, Jumat (12/4), lima hari sebelum hari pencoblosan.
     
    Dirjen Aptika konpers chatbot
     
    Semuel mengatakan layanan Chatbot Anti Hoaks merupakan salah satu cara yang dilakukan Kemenkominfo dalam memerangi hoaks. “Kita harapkan masyarakat punya channel untuk verifikasi informasi. Sejauh ini baru Instagram yang sudah bekerja sama untuk penerapan chatbot ini. Di Instagram sendiri, sudah ada ID untuk dapat pengguna melakukan verifikasi informasi tersebut. Kita bisa copy paste pesan itu kemudian kirim ke chatbot. Nanti diidentifikasi sama chatbot itu. Nanti chatbot memberikan feedback berdasarkan data base yang mereka miliki," ujar Dirjen Aptika.
     
    Semmy menambahkan, ada tiga fase pengguna internet saat ini di Indonesia. Fase pertama yang mendapatkan informasi melalui browsing, fase kedua yang menggunakan internet pertama kali melalui sosial media, dan fase ketiga menggunakan aplikasi chatting informasi berdasarkan dari teman. “Kita menyediakan satu layanan di telegram, masyarakat pengguna jika meragukan satu informasi bisa menanyakan dan platform harus bertanggung jawab,” jelas Semmy.
     
    Layanan Chatbot Anti Hoaks ini adalah bagian dari upaya-upaya yang terus dilakukan Kementerian Kominfo dalam memerangi hoaks. Sebelumnya Kemkominfo bekerjasama dengan Whatsapp melakukan pembatasan jumlah penerusan pesan (forwarded messages) dari sebelumya 20 kali menjadi dibatasi menjadi hanya 5 kali.
     
    Upaya yang juga terus dilakukan untuk memerangi hoaks, kabar bohong, informasi menyesatkan dan ujaran kebencian adalah dengan terus mengintensifkan penggunaan Mesin AIS yang bekerja 24 jam dan 7 hari seminggu serta didukung oleh 100 anggota Tim Verifikator.
     
    Ferdinandus Setu
    Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI
    Email: humas@kemkominfo.go.id
    Twitter: @kemkominfo
    Mobile: 0811888930
     
    Rekan Media di pressroom acara chatbot

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 17/HM/KOMINFO/01/2022 tentang Pernyataan Kementerian Kominfo Terkait Upaya Serangan Siber terhadap Bank Indonesia

    Kementerian Kominfo turut mendorong para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang mengalami gangguan keamanan pada sistem elektroniknya un Selengkapnya

    Siaran Pers No. 16/HM/KOMINFO/01/2022 tentang Tindaklanjuti Pengesahan UU Ibu Kota Negara (IKN), Kominfo Siap Melakukan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Nusantara

    Kementerian Kominfo tengah melaksanakan pemetaan kebutuhan kapasitas jaringan backbone maupun jaringan akses/lastmile di IKN Baru yang melip Selengkapnya

    Siaran Pers No. 15/HM/KOMINFO/01/2022 tentang Budaya Digital Membaik, Indeks Literasi Digital Indonesia Meningkat

    Dibandingkan dengan Indeks Literasi Digital 2020, ada peningkatan indeks (dari 3,46 ke 3,49). Perbaikan terjadi pada pilar Digital Culture d Selengkapnya

    Siaran Pers No. 14/HM/KOMINFO/01/2022 Tentang Menkominfo Tegaskan Frekuensi 5G di Indonesia Tak Ganggu Penerbangan

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan spektrum frekuensi radio untuk jaringan telekomunikasi 5G di Indonesia aman ti Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA