FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 02-2019

    1827

    Cerita Menkominfo Awal Mula Bangun Kembali Konsep Palapa Ring

    Kategori Berita Kominfo | mth

    Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menguraikan proses berjalannya proyek Palapa Ring yang menjadi perbincangan masyarakat beberapa waktu terakhirMenteri Rudiantara ingin memastikan bahwa masyarakat harus menerima informasi terkait perkembangan pembangunan proyek Palapa Ring tersebut yang saat ini masa konstruksinya hampir rampung 100 persen untuk keseluruhan paket Barat, Tengah dan Timur.

    “Pada dasarnya tugas kami sebetulnya menyampaikan kepada masyarakat bahwa apa yang sudah dibangun, apa yang sedang dibangun dan apa yang akan dibangun. Salah satunya Palapa Ring yang kita ketahui merupakan suatu konsep yang sudah lama,” kata Menteri Rudiantara di Jakarta, Kamis (21/02/2019).

    Menteri Kominfo mengatakan, konsep pembangunan Palapa Ring sendiri sudah dimulai pada tahun 2005 dan 2006 yang telah dibuatkan konsorsium untuk membangun proyek tersebut, secara konsepnya yakni untuk menyatukan semua Indonesia dengan menyediakan dan membangun infrastruktur.

    “Selama 14 tahun lalu konsep Palapa Ring sudah dibahas dan dibicarakan, bahkan sudah dibahas di Indonesia Infrastructure Summit, hanya memang strukturnya belum ketemu saat itu, jadi pada tahun 2015 kami memulai mencoba menstrukturnya kembali,” ucap Menteri Rudiantara.

    Struktur yang digunakan dalam menggarap proyek ini menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha, baik itu swasta maupun BUMN. Dengan skema ini, kata Menteri Rudiantara, pemerintah saat ini mulai membangun kembali Palapa Ring pada tahun 2015.  

    Rudiantara mengatakan, melalui Palapa Ring pemerintah berpikir bagaimana bisa menyatukan seluruh Indonesia, terutama harus hadir di pusat kota dan kabupaten. Terkait bagaimana berjalannya kecepatan dari Palapa Ring ini, Menteru Rudiantara mencontohkan prosesnya sama seperti fasilitas jalan tol. 

    “Karena ini seperti jalan tol, sebagai contoh, kalau tidak ada jalan tol Jakarta-Bandung itu kita mau ke Purwakarta baru sampai di Cikampek harus keluar jalan tol dulu baru masuk ke jalan nasional atau jalan provinsi, nah karena sangat padatnya jadi macet. Sama seperti internet, sangat banyaknya pengguna maka jadi lemot, inilah yang disebut Palapa Ring itu jalan tolnya, nanti aksesnya harus tetap dibangun oleh operator,” kata Menteri Rudiantara.

    Palapa Ring merupakan proyek pembangunan jaringan serat optic yang menjangkau hampir seluruh wilayah di Tanah Air. Proyek yang dimulai pada tahun 2015 itu akan mengakomodir jaringan serat optic nasional baik darat maupun laut yang menjangkau 34 Provinsi dan 514 Kota/Kabupaten di Indonesia. 

    Proyek Palapa Ring memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps di seluruh Indonesia. Pembangunan proyek ini terbagi dalam 3 paket, yakni Barat, Tengah dan Timur. Palapa Ring Barat menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Palapa Ring Tengah sendiri dibagi melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Palapa Ring Timur meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, hingga pedalaman Papua. **

    Berita Terkait

    [Berita Foto] Menkominfo Hadiri RTM Percepatan Penerapan SPBE Nasional

    Dalam rapat itu dibahas upaya memudahkan integrasi layanan pemerintah melalui mekanisme interoperabilitas, berbagi data, dan informasi sesua Selengkapnya

    Ini Tiga Peran Kominfo dalam Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

    Dirjen Usman Kansong menjelaskan Kementerian Kominfo memfasilitasi peliputan media di berbagai kanal, termasuk penyediaan Media Center. Selengkapnya

    [Berita Foto] Menkominfo Hadiri Rakornas Transisi PC-PEN

    Rakornas itu dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Selengkapnya

    [Berita Foto] Menkominfo Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2022

    Acara itu merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk menjalin komunikasi awal antara BPK sebagai pemeriksa Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA