FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
11 02-2019

209

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Nelayan tradisional menyiapkan jaring pukat saat akan melaut di perairan Selat Malaka, kawasan Hagu Tengah, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (5/1/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 1.25 - 2.50 meter dengan kecepatan angin berkisar antara 4 - 25 knot di perairan barat Selat Malaka Aceh dan beberapa wilayah perairan Indonesia hingga tiga hari kedepan - (antarafoto)

Jakarta, Kominfo - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi pada untuk tiga hari ke depan, Senin (11/02/2019) hingga Kamis (14/02/2019).

BMKG mengidentifikasi pola sirkulasi massa udara di Samudra Hindia barat Bengkulu. Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah Utara – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 4 – 25 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 4 – 20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina selatan, Perairan Kep. Sangihe – Talaud dan Laut Maluku bagian utara. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut,” bunyi siaran pers Humas BKN, Senin (11/02/2019) pagi.

Wilayah yang berpotensi terkena tinggi gelombang 1.25-2.5m (sedang) di antaranya Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Lhokseumawe, Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali- Selat Lombok-Selat Alas Bagian Selatan, Perairan Selatan P. sumba, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Perairan Utara Kep. Anambas, Laut Natuna, Selat Makassar Bagian Tengah dan Utara, Perairan Kalimantan Timur dan Utara, Perairan Timur Bitung, Laut Maluku Bagian Selatan, Perairan Utara Kep. Banggai-Kep. Sula, Perairan Timur Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Papua, Laut Timor Selatan NTT, Perairan Kep. Babar hingga Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Aru, Laut Arafuru, dan Perairan Barat Yos Sudarso.

Sedangkan wilayah yang berpotensi terkena tinggi gelombang 2.5-4.0m (tinggi), yaitu  Laut Natuna Utara Perairan Utara Kep. Natuna Perairan Utara Sulawesi, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe –  Kep. Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat.

BMKG berharap masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran : Perahu Nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, Kapal Tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, Kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0m.

“BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada,” pungkas siaran pers BMKG. 

Berita Terkait

Pemerintah Ajak Masyarakat Kawal Pelaksanaan Pemilu 2019

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Hukum dan HAM (Kemenko Polhukam) mengimbau seluruh masyarakat dan kontestan harus menghorm Selengkapnya

Menko Luhut Dorong Masyarakat Manfaatkan Teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mendorong generasi muda dan masyarakat untuk menciptakan dan memanfaatkan teknolo Selengkapnya

Equinox Fenomena Biasa, BMKG Imbau Masyarakat Tenang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi beredarnya berita yang menyebutkan adanya fenomena Equinox, dimana matahari Selengkapnya

Menko Polhukam Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Isu Konflik Jelang Pemilu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menginstruksikan aparat keamanan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak terk Selengkapnya