FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    07 02-2019

    212

    [DISINFORMASI] Broadcast Semut Jepang Jadi Obat Diabetes, Namun Membahayakan Usus

    KategoriHoaks | mth

    KATEGORI: HOAKS/DISINFORMASI

    Penjelasan:

    Beredar informasi mengenai semut Jepang bisa mengobati diabetes di media sosial. Dalam pesan itu disebutkan semut Jepang yang merupakan obat diabetes ternyata berbahaya karena mengandung bakteri yang bisa merusak usus.

    Dalam keterangan tersebut disebut juga sumbernya berasal dari grup alumni FK UNS.

     

    Faktanya, berdasartan penelusuran Detikcom kepada salah satu alumni Fakultas Kedokteran UNS tahun 2002, Tika. Dokter yang sudah mengambil program spesialis ini mengaku tidak pernah menerima broadcast tersebut. Dia juga sudah bertanya kepada rekannya yang berbeda angkatan.

    "Teman saya dari beberapa angkatan, saya tanyakan ada yang menerima broadcast ada yang tidak. Yang menerima pun dapatnya dari grup Whatsapp non-alumni FK UNS," ucap Tika.

    Soal Semut Jepang untuk obat diabetes, Tika mengatakan sudah mengecek ke jurnal kedokteran. Hasilnya belum ada artikel yang membahas soal itu.

    "Saya sudah cari di PubMed dan NCBI atau bank jurnalnya penelitian-penelitian kedokteran di seluruh dunia, tidak menemukan 1 pun artikel tentang itu," jelasnya.

    Tika pun menambahkan bila bakteri bisa ada di mana-mana. Misalnya saja di wadah tempat penyimpanan semut Jepang yang kedap udara dan terdapat ragi.

     

    Detikcom juga menanyakan perihal semut Jepang ini kepada dokter di Divisi Metabolik Endokrin FKUI, dr Em Yunir, SpPD, KEMD. Yunir mengatakan secara medis belum pernah ada penelitian semut Jepang bisa mengobati penyakit diabetes.

    "Dari literatur nggak ada yang mengatakan kalau semut Jepang itu buat obat diabetes," katanya.

    Menurutnya diabetes adalah penyakit karena gangguan metabolisme dan sejauh ini tidak bisa disembuhkan 100 persen. Penyakit ini hanya bisa dikendalikan, salah satunya dengan menjaga pola makan dan minum obat.

    Yunir berpesan agar masyakarat tidak terlalu mudah percaya dengan 'obat' yang belum teruji klinis. Hal ini karena dosis dan manfaatnya belum terukur dengan jelas.

    Broadcast mengenai berita semut Jepang obat diabetes dari alumni FK UNS itu adalah informasi hoaks. Sementara soal semut Jepang bisa menyembuhkan diabetes masih belum dipastikan kebenaranya karena masih perlu penelitian lebih lanjut. Selain itu, pengobatan diabetes itu berbeda-beda setiap orang, sesuai dengan jenis dan tingkat diabetes yang dialaminya. Sehingga pemberian obat yang belum jelas dosis dan uji klinisnya perlu diwaspadai efek negatifnya.

     

    Link Counter:

    //news.detik.com/berita/d-3137852/broadcast-semut-jepang-jadi-obat-diabetes-namun-membahayakan-usus?_ga=2.2249394.305571600.1503990566-1274027394.1503990566

    Berita Terkait

    [DISINFORMASI] Proses Penipuan SIM Swap Fraud

    Selengkapnya

    [DISINFORMASI] Herbal Bawang Dayak Mengobati Penyakit Kronis

    Selengkapnya

    [DISINFORMASI] Pelaminan Pernikahan Diarak Keliling Kampung

    Selengkapnya

    [DISINFORMASI] Kabar Meninggalnya Seorang Anak Pemungut Sampah Karena Lapar dan Kelelahan

    Selengkapnya