FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
30 01-2019

255

Kominfo Ajak Mahasiswa Kembangkan Kewirausahaan Digital

Kategori Berita Kementerian | Yusuf
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen IKP Kementerian Kominfo Septriana Tangkary saat memaparkan materi tentang UMKM Online di depan ratusan mahasiswa yang memadati Ruang Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (29/01/2019). - (Yusuf)

Gorontalo, Kominfo - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak mahasiswa untuk mengembangkan kewirausahaan digital. Berbagai program yang dirintis Pemerintah bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menjadi pelaku bisnis online. Tak hanya itu, Pemerintah juga menyediakan infrastruktur TIK serta mengalokasikan pendanaan untuk pengembangan sumber daya manusia.

"Pemerintah bersama marketplace menargetkan 8 juta UMKM Go Online melalui Gerakan Nasional Ayo UMKM Jualan OnlineArtinya Pemerintah membuka peluang kepada adik-adik yang ada di sini bila memiliki produk atau yang lain, kami (Kominfo) akan kembali lagi untuk mengajak adik-adik melakukan penjualan melalui go online,” ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary dalam Dialog Publik di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (29/01/2019).

Dengan berjualan online, menurut Septriana akan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi yang selama ini ada dalam genggaman setiap orang. "Ini merupakan kesempatan adik-adik semua agar tidak ragu lagi, handphone kita jangan hanya digunakan untuk istilahnya WA grup, kedua untuk kirim pesan yang ya bisa dibilang dari temen-temen yang lain, ketiga untuk mengerjakan soal contekan, tapi gunakan sebagai sarana kita untuk menjadi entrepreneur atau technopreneurship," jelasnya.

Menurut Direktur Septriana, pada tahun 2018 pemerintah mulai melakukan 4 (empat) tahapan dengan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait, yaitu OnBoarding atau mendorong pelaku UMKM offline menjadi online. Active Selling atau pendampingan kepada para UMKM yang sudah Go Online untuk meningkatkan transaksi online, Scale Up Business atau membantu  pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya, hingga Go International atau gerakan mendorong pelaku UMKM meningkatkan jangkauan pasar menjadi internasional.

"Gerakan ini merupakan hasil sinergi antara Kemenkominfo dengan tujuh kementerian lain dan enam marketplace terbesar di Indonesia yaitu Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Shopee, Blibli.com, dan Blanja.com. Misi yang diusung dalam gerakan ini adalah mendorong minat pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan usaha melalui platform online selaras dengan visi Indonesia sebagai Digital Energy of Asia yang dicanangkan pemerintah Indonesia,” jelas Septriana Tangkary.

Di hadapan lebihd ari 500 orang mahasiswa, Septriana mengharapkan agar kerja sama tersebut dapat mendorong pelaku bisnis ekonomi digital, khususnya kalangan UMKM meningkatkan kapasitas dan daya saingnya. Dan pada gilirannya akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. "Dengan melek teknologi, para pelaku UMKM di daerah bisa memperbesar peluang peningkatan pendapatan hingga 80 persen.Wadah online dan e-commerce dipilih karena dianggap murah dan aman," paparnya.

Pertumbuhan bisnis digital yang semakin pesat, menurut Direktur Septriana secara tidak langsung membuka kesempatan bagi UMKM untuk lebih produktif bertransaksi jual beli dengan memanfaatkan teknologi digital. Bila semuanya beralih ke ranah digital maka UMKM akan menciptakan multiplier effect dan bukan tidak mungkin mengangkat ekonomi digital Indonesia.

“Kita bisa membandingkan bagaimana UMKM-UMKM yang ada di China yang katanya sudah mendunia, tapi UMKM yang mereka miliki hanya 8 Juta sedangkan kita 59,6 juta UMKM. Di Bukalapak tercatat ada 4,6 juta UMKM yang masuk ke marketplace, kemudian di blibli.com sudah ada 1 juta. Jadi, jika lebih banyak lagi UMKM bergabung dengan marketplace-marketplace yang ada di Indonesia, maka bukan tidak mungkin kita bisa memilik 10 unicorn baru yang membuat ekonomi digital Indonesia bersinar di ranah global,” ujarnya.

Kegiatan Ayo UMKM Jualan Online, kata Septriana bertujuan untuk dapat mengedukasi UMKM terkait penggunaan e-Commerce, dan diharapkan agar UMKM dapat semakin terstimulasi untuk memaksimalkan dan mengembangkan usaha mereka.

“Untuk mencapai target UMKM go online tersebut, pemerintah bersama marketplace mulai memberikan fasilitas pendampingan kepada pengusaha UMKM yang ingin belajar untuk memasarkan barangnya di salah satu marketplace di Indonesia, misalnya dengan membuka akun email dan rekening bank. Dengan upaya tersebut, saya optimistis target pemerintah agar delapan juta unit UMKM bisa menjual produknya secara online bisa tercapai,” ungkapnya.

Direktur septriana Bersama Dua Mahasiswi UNG yang berprestasi

Optimasikan Teknologi

Menurut Septriana, penetrasi penggunan internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 132 juta yang membuat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia. Namun, baru sekitar 8 persen pelaku UMKM yang telah memanfaatkan sarana online untuk memasarkan produknya.

"Karena itu edukasi akan pemanfaatan teknologi penting untuk terus dipupuk. Masyarakat harus terus diberi dorongan dan dukungan untuk memanfaatkan teknologi agar industri dapat terus berkembang pesat. Gerakan Ayo UMKM Jualan Online, ini salah satu cara kami mendukungnya," kata Septriana.

Guna mencapai target digitalisasi UMKM, Septriana menyatakan Kementerian Kominfo telah menyiapkan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ketersediaan konektivitas merupakan keharusan agar dapat meningkatkan produktivitas pelaku bisnis startup, UMKM dan UKM. Secara khusus, Pemerintah memfikuskan pada pembangunan di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T).

"Dalam rangka meningkatkan akses teknologi, Kominfo bekerja keras untuk memfasilitasi melalui kebijakan afirmatif dalam pengembangan infrastruktur dan mendorong kewirausahaan digital. Salah satu program kominfo adalah fasilitator dalam pembangunan jaringan tulang punggung serat optik Palapa ring," tuturnya.

Lebih lanjut, Septriana mengatakan, melalui Gerakan Ayo UMKM Jualan Online, Kominfo telah melakukan roadshow ke 15 kota di Indonesia, termasuk Jakarta dan mengajak beberapa narasumber terkait untuk memberikan sosialisasi dan juga pelatihan bagi UMKM yang sebelumnya masih menjalani usahanya secara tradisional untuk beralih menjadi online.

“Guna melakukan perubahan budaya jual beli dari model konvensional non digital ke digital online memang membutuhkan waktu dan proses. Sebab itu, pemerintah melalui Kominfo berusaha untuk terus meningkatkan infrastruktur melalui proyek Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur agar akses internet dapat mencapai ke seluruh Indonesia,” jelas Septriana.

Septriana menambahkan, saat ini terdapat potensi besar yang wajib digali di Indonesia karena jumlah masyarakat yang memiliki akses terhadap internet memungkinkan Indonesia untuk menjadi pasar transaksi online terbesar di Asia. Pada tahun 2020 mendatang, transaksi e-Commerce di Indonesia ditargetkan mencapai US$ 130 miliar. “Hal ini dapat tercapai, jika UMKM juga turut terlibat dalam membangun pasar dari sisi penyedia barang,” tandasnya.

Kegiatan bertema ‘Peluang dan Tantangan Generasi Muda Menghadapi Revolusi 4.0’  itu juga menghadirkan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo; Deputi II Kantor Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho; Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih; dan Wakil Rektor I Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Ir. Mahludin H Baruwadi. (hm.ys)

 

Swafoto Direktur Septriana bersama para narsum dan mahasiswa UNG

Berita Terkait

Kominfo Tingkatkan Sistem Pengawasan dan Pengendalian Perangkat Telekomunikasi

Kementerian Kominfo berupaya meningkatkan pengawasan dan pengendalian alat dan perangkat telekomunikasi. Dalam keseharian tugas itu dilaksan Selengkapnya

Perkuat Pengelolaan PPID, Kominfo Kembangkan Inovasi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengembangkan inovasi digital dalam Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) untuk implementasi Ke Selengkapnya

Menkominfo: Hoaks Rugikan Kehidupan Berbangsa

Menteri Kominfo Rudiantara mengajak masyarakat untuk mewaspadai penyebaran hoaks karena dapat merugikan kehidupan berbangsa. Selengkapnya

Apresiasi Siber Kreasi, Menkominfo Ingatkan Pentingnya Literasi Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi rangkaian acara peluncuruan buku Literasi Digital, Pandu Digital, dan Saka Milen Selengkapnya