FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
22 01-2019

3200

Tahun 2018, Kominfo Terima 733 Aduan Konten Hoaks yang disebar Via WhatsApp

SIARAN PERS NO. 17/HM/KOMINFO/01/2019
Kategori Siaran Pers

Siaran Pers No. 17/HM/KOMINFO/01/2019

Selasa, 22 Januari 2019

Tentang

Tahun 2018, Kominfo Terima 733 Aduan Konten Hoaks yang disebar Via WhatsApp 

Sejak Agustus 2018 sampai 21 Januari 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menerima laporan konten hoaks yang disebarkan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp sebanyak 43 konten hoaks.  Berdasarkan rekapitulasi tahunan, Kementerian Kominfo paling banyak menerima aduan konten hoaks sebanyak 733 laporan di Tahun 2018.

Sesuai hasil pemantauan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika laporan terbanyak terjadi pada bulan Oktober 2018, yakni sebanyak 16 konten hoaks yang disebarkan melalui platform WhatsApp. 

Pada bulan Agustus 2018 terdapat laporan 2 konten hoaks, September 2018 ada 5 konten hoaks, November 2018 sebanyak 8 laporan konten dan Desember 2018 sebanyak 10 laporan konten hoaks. Sementara  sampai pada 21 Januari 2019 terdapat 2 laporan konten hoaks yang disebarkan melalui WhatsApp.

Rekapitulasi laporan per tahun

Pengelolaan pengaduan konten negatif yang disebarkan melalui aplikasi pesan instan sudah dilakukan oleh Kementerian Kominfo sejak tahun 2016. Di tahun 2016 terdapat 14 aduan konten, dimana konten terbanyak yang dilaporkan adalah konten yang termasuk kategori separatisme dan organisasi yang berbahaya.

Pada tahun 2017, jumlah aduan meningkat menjadi 281 aduan. Adapun konten terbanyak dilaporkan adalah konten penipuan sebanyak 79 laporan.

Sementara di tahun 2018, sebanyak 1440 laporan yang berkaitan dengan konten negatif. Terbanyak kategori laporan adalah konten yang meresahkan atau hoaks yaitu sebanyak 733 laporan.

Modus Viral

Menteri Komunikasi dan Informatika menegaskan perhatian pemerintah dalam menekan angka penyebaran hoaks. Meskipun tidak bisa menjamin 100% hoaks tidak akan tersebar. 

"Tugas kita adalah mitigasi risiko. Bagaimana menekan penyebaran, membuat angkanya serendah mungkin," ungkap Rudiantara usai bertemu dengan  VP Public Policy & Communications WhatsApp, Victoria Grand di Kantor Kementerian Kominfo, Senin (21/01/2018) sore. 

Menteri Rudiantara menjelaskan modus penyebaran hoaks menggunakan media sosial dan aplikasi pesan instan. "Modus penyebaran hoaks menggunakan media sosial, posting dulu di FB, kemudian diviralkan melalui WA. Kemudian akun FB yang posting tadi dihapus. Ini yang kita perhatikan number of virality," papar Rudiantara.

Oleh karena itu, Menteri Kominfo mengapresiasi kebijakan pembatasan meneruskan (forward) pesan hanya sampai lima kali dalam chat secara personal maupun komunikasi grup WhatsApp.

"Pembatasan itu membantu meminimalisir konten negatif dan hoaks. Batasan jumlah forward bertujuan amat baik untuk mengurangi potensi viralnya hoaks," ungkap Rudiantara.

 

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Berita Terkait

Siaran Pers No. 85/HM/KOMINFO/04/2019 Tentang MoU Pemanfaatan Layanan Palapa Ring antara PT. Indosat Tbk dan BAKTI Kominfo

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Dan Informasi (BAKTI) dan PT. Indosat Tbk, melakukan penandatangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Un Selengkapnya

Siaran Pers No. 84/HM/KOMINFO/04/2019 Tentang Tangkal Penyebaran Konten Negatif, BRTI Larang Jual Beli dan Penggunaan Perangkat Penyebar SMS Palsu

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) meminta semua pihak untuk berhenti memperdagangkan ataupun menggunakan perangkat sejenis peny Selengkapnya

Siaran Pers No. 83/HM/KOMINFO/04/2019 tentang Meriahkan Pesta Demokrasi, Kominfo Dukung KLINGKING FUN

Menyambut pesta demokrasi tanggal 17 April mendatang, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Badan Ekonomi Kreatif mendukung ratusan Selengkapnya

Siaran Pers No. 82/HM/KOMINFO/04/2019 tentang Pemilu Pesta Rakyat, Menkominfo Imbau Hentikan Penyebaran Hoaks

Menjelang masa tenang dan hari H Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pilpres pada tanggal 17 April mendatang, hoaks masih menjadi ancaman Selengkapnya