FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 01-2019

    343

    Presiden Inginkan Edukuasi Bencana Mulai Akhir Bulan Ini

    KategoriBerita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo menginginkan agar pada akhir bulan ini  edukasi kebencanaan bisa dimulai, baik di Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan juga di masyarakat. “Saya ingin ini terus digerakkan di semua daerah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana,” tegas Presiden saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Peningkatan Kesiagaan Menghadapi Bencana, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/01/2019) siang.

    Sedangkan mengenai kesiapan manajemen, Presiden  mengingatkan agar betul-betul koordinasi, sinergi antar lembaga yang terlibat dalam bencana ini betul-betul merespon secara cepat. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan, PMI, Ormas dan lembaga-lembaga donor.

    Selain itu, Presiden  meminta agar dilakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan berkesinambungan secara rutin.

    Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan  Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo agar betul-betul mengawal rehabilitasi yang berkaitan dengan rekonstruksi, baik yang berada di Lombok (NTB), kemudian yang ada di Palu, Donggala (Sulawesi Tengah), dan juga Banten maupun Lampung.

    “Dikawal implementasinya agar segera bisa diselesaikan terutama yang di NTB kemudian berlanjut ke Sulawesi Tengah dan baru ke Lampung dan Banten,” kata Presiden  

    Adapun yang berkaitan dengan sistem peringatan dini, Presiden  meminta agar dievaluasi, dicek di lapangan kemudian pengujian dan juga pengorganisasian sistem peringatan dini ini betul-betul semuanya berada pada posisi yang baik, dan rakyat bisa tahu. “Sehingga korban yang ada bisa kita hilangkan dan kita minimalkan,” ujar Presiden .

    Rapat terbatas itu dihadiri oleh  Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    Selain itu, turut hadir Menkumham Yasonna Laoly, Menkominfo Rudiantara, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristekdikti M. Nasir, Menkes Nila Moeloek, Menteri LHK Siti Nurbaya, Mensos Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala BIG Hasanudin Abidin, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, Kepala Badan Geologi ESDM Ego Syahrial, serta para eselon 1 di Lembaga Kepresidenan dan pakar keilmuan terkait kebencanaan.

    Berita Terkait

    Presiden: Pemerintah Lakukan Segala Upaya Padamkan Karhutla di Riau

    Presiden Joko Widodo menegaskan, Pemerintah melakukan segala upaya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. " Selengkapnya

    Presiden: Jangan Sampai Karhutla di Riau Ganggu Penerbangan

    Presiden Joko Widodo mengingatkan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang kini luasnya mencapai puluhan ribu hektar Selengkapnya

    Presiden Minta Para Menteri Beri Layanan yang Baik Kepada Investor

    Presiden Joko Widodo mengatakan, jalan yang paling cepat dalam mengantisipasi terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kemungkinan res Selengkapnya

    Presiden Inginkan Langkah Perubahan Nyata di 5 Industri Prioritas

    Presiden Joko Widodo mengemukakan, peta jalan penerapan industri 4.0 yang diluncurkan April 2018 lalu diperlukan agar langkah-langkah mengh Selengkapnya