FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
11 01-2019

543

Tiga Cara Kementerian Kominfo Tangkal Hoax

Kategori Sorotan Media | Diani Hutabarat
Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Ferdinandus Setu.

JAKARTA - Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu mengatakan ada tiga cara atau pendekatan untuk menangkal dan mengurangi hoax yang beredar di masyarakat. 

Pertama adalah dengan membentuk Undang-Undang ITE. 

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Publik Institute for Indonesia Local Policy Studies (ILPOS) dengan tema "Menjadi Pemilih Cerdas Melawan Maraknya Hoax dan Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2019" pada Kamis (10/1/2019) di Matraman, Jakarta Pusat. 

"Dari 2005 sampai 2008 kemudian kami undangkan Undang-Undang ITE dengan mengatur juga didalamnya kabar bohong. Dan kami juga mengatur mengenai SARA. Ketika informasi yang disebarkan sengaja dibuat untuk menyebarkan kebencian antar indivudu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan kita hajar dengan UU ITE Pasal 28 ayat 2. Enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," kata pria yang akrab disapa Nando itu. 

Kedua adalah dengan menggunakan mesin. 

"Kita tahu teknologi harus dilawan dengan teknologi. Hoax mungkin dari dulu sebelum teknologi informasi datang. Tapi ketika hoax bertemu dengan teknologi informasi menjadi masif," kata Nando. 

Ketiga adalah dengan pendekatan literasi digital. 

Ia menilai salah satu faktor yang meningkatkan penyebaran hoax adalah rendahnya literasi digital. 

"Jujur tingkat literasi kita sangat kecil. Jangankan baca buku, baca jurnal atau media sosial sampai selesai saja kita nggak. Kita baca judul doang saja selesai, dianggap jadi pakar," kata Nando. 

Ia mengatakan untuk itu pihaknya telah membangun Gerakan Nasional Siber Kreasi yang bekerja sama dengan 96 instansi, lembaga negara, perguruan tinggi negeri, lembaga masyarakat, dan partai politik.

"Kami berkampanye betapa berbahanya hoax, think before posting, saring sebelum sharing. Terus setiap hari. Tentu itu butuh kerjasama kita semua. Nggak ada Kominfo bekerja sendiri. Ini semua butuh kerja keras, cerdas, dan ikhlas, dari kita semua sebagai komponen bangsa," kata Nando.

Sumber berita: www.tribunnews.com (10/01/2019)

Pewarta: Gita Irawan

Berita Terkait

Ini Cara Kemenkominfo Antisipasi Dark Social Media

Fenomena dark social media mulai menghantui masyarakat, khususnya bagi mereka yang aktif di media sosial. Penetrasi internet yang tinggi mem Selengkapnya

Asosiasi, Kemenkominfo, dan Kemenperin Cari Developer IoT di 10 Kota

Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti) didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Perindustrian mengadakan Selengkapnya

Terkait Pemilu 2019, Kominfo Temukan 1.645 Hoaks Sejak Agustus 2018

Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan 1.645 konten hoaks sejak bulan Agustus 2018 hingga 25 April 2019. Penyebaran informasi hoak Selengkapnya

Menkominfo: Tangkal hoaks dan sayangi pulsa

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak masyarakat agar menangkal hoax dengan cara mengingat banyaknya pulsa yang akan terbua Selengkapnya