FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 12-2018

    1563

    Situs Pornografi, Perjudian dan Penipuan Paling Banyak Diblokir

    SIARAN PERS NO. 322/HM/KOMINFO/12/2018
    Kategori Siaran Pers

    Siaran Pers No. 322/HM/KOMINFO/12/2018

    Jumat, 21 Desember 2018

    Tentang 

    Situs Pornografi, Perjudian dan Penipuan Paling Banyak Diblokir

     

    Selama tahun 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran terhadap 961.456 situs yang memuat konten negatif. Dari jumlah itu, telah dilakukan normalisasi sebanyak 430 situs karena adanya klarifikasi dari pemilik situs dan kepatuhan terhadap aturan yang ada. 

    Berdasarkan data sampai November 2018, Situs pornografi masih menjadi situs paling banyak diblokir oleh Kementerian Kominfo sepanjang tahun 2018. Total sebanyak 106.466 situs yang mengandung konten pornografi ditutup karena adanya aduan dari masyarakat ataupun permintaan lembaga. Jumlah itu menjadikan jumlah keseluruhan situs pornografi yang telah diblokir sebanyak 883.348 situs sejak tahun 2010.

    Peringkat kedua dan ketiga situs yang terbanyak diblokir di tahun 2018 adalah situs perjudian dan penipuan. Masing-masing sebanyak 63.220 dan 2.639.  Total keseluruhan situs perjudian yang telah diblokir sejak tahun 2010 sebanyak 70.663 situs. Adapun situs penipuan mencapai 2.639 situs.

    Sementara akun platform media sosial yang paling banyak diblokir selama Tahun 2018 adalah Facebook dan Instragram. Berdasarkan database Penanganan Konten sebanyak 8.903 akun facebook dan instagram telah diblokir karena memuat konten negatif. 

    Jumlah akun media sosial twitter yang telah diblokir sebanyak 4985. Adapun Youtube sebanyak 1.689 akun. Sampai bulan November 2018, akun file sharing yang telah diblokir sebanyak 517, telegram sebanyak 502 akun. Adapun akun Line dan BBM masing-masing 18 dan 5 akun.

    Sesuai dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, terdapat 12 kelompok konten yang dikategorikan sebagai konten negatif.  Kategori konten negatif itu antara lain: pornografi/pornografi anak; perjudian; pemerasan; penipuan; kekerasan/kekerasan anak; fitnah/pencemaran nama baik; pelanggaran kekayaan intelektual; produk dengan aturan khusus; provokasi sara; berita bohong; terorisme/radikalisme; serta informasi/dokumen elektronik melanggar undang-undang lainnya. 

     

    Ferdinandus Setu
    Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
    e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
    Telp/Fax : 021-3504024
    Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
    website: www.kominfo.go.id

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 51/HM/KOMINFO/03/2020 tentang Gotong Royong Lawan Covid-19, KSP Didukung Kominfo Luncurkan Aplikasi 10 Rumah Aman

    Kantor Staf Presiden (KSP) didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kementerian Kominfo) meluncurkan Aplikas Selengkapnya

    Siaran Pers No. 50/HM/KOMINFO/03/2020 tentang Dukung Hidup Bersih dan Sehat #DiRumahAja, Kominfo Gandeng AGI dan Clevio Gelar Ajang Cipta Game

    Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mendukung Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat guna menghadapi Wabah Corona Virus Diseas Selengkapnya

    Siaran Pers No. 49/HM/KOMINFO/03/2020 tentang Penjelasan Menkominfo mengenai Aplikasi Nasional Tracing, Tracking dan Fencing Covid-19

    Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN saat ini telah mengembangkan aplikasi untuk tracing, tracking dan fencing untuk menanggulangi dan m Selengkapnya

    Siaran Pers No. 48/HM/KOMINFO/03/2020 tentang Menkominfo Keluarkan Keputusan terkait Tracing dan Tracking Covid-19

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan kebijakan Kementerian Kominfo berkaitan dengan penanganan Covid-19 melalui K Selengkapnya