FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    11 12-2018

    1364

    Jadikan Portal indonesia.go.id Penyebar Ideologi Pancasila dan Penangkal Hoaks

    Kategori Berita Kominfo | mth
    Peluncuran kembali portal indonesia.go.id di Ruang Serbaguna Roeslan Abdulgani Kementerian Kominfo, Senin (10/12/2018). - (goro)

    Jakarta, Kominfo - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengemukakan, informasi yang dikabarkan melalui portal berita www.indonesia.go.id harus komprehensif. Bukan sekadar soal pariwisata, pemerintahan dan pelayanan publik, namun juga ideologi negara serta kekayaan geografis Tanah Air yang tak dimiliki semua bangsa seperti Indonesia.

    "Saya sarankan ideologi Pancasila kita harus disosialisasikan juga ke dunia. Indonesia bisa survive dengan jumlah suku dan bahasa yang banyak serta luas wilayahnya sebab diikat oleh ideologi yang kuat," ungkap Moeldoko saat diskusi media Branding Indonesia yang sekaligus relaunching portal berita www.indonesia.go.id, di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (10/12/2018).

    Sementara itu, Guru Besar Manajemen UI Prof DR Rhenald Kasali menuturkan, era masa kini banyak Netizen yang mampu mengubah angka ke story telling.

    "Netizen kita pandai mengubah angka ke story telling yang lebih cepat, misalnya dibuat dalam bentuk video. Saran saya, di portal beritanya diperbanyak video-video pendek," kata Rhenald.

    Rhenald menilai, melalui branding dengan menggunalan teknologi digital makabentuk komunikasi apa saja bisa dipersingkat sehingga lebih mudah dan cepat dicerna masyarakat.

     

    Klarifikasi Hoaks

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, kehadiran portal berita www.indonesia.go.id bukan sekadar menjadi penguat branding sekaligus "beranda" Indonesia ke mancanegara di ranah digital.

    Namun juga, ucap Menteri Rudiantara, portal berita www.indonesia.go.id adalah media yang dapat menangkal serta mengkarifikasi berbagai isu bohong atau tak jelas sumber informasinya atau hoaks tentang keindonesiaan.

    "Ada menu cek hoaks. Siapapun bisa menjadi bagian dari portal berita ini. Untuk memudahkan komunikasi dan menjadi media terpercaya sebab isinya semua harus berdasar fakta. Kalau tidak, kehilangan kredibilitasnya," ujar Menteri Rudiantara.

    Hal lainnya, Menteri Rudiantara mengusulkan agar ke depannya segmentasi informasi dan sosialisasi portal berita www.indonesia.go.id harus terus dikembangkan. 

    Tujuannya supaya target branding dan yang ingin mengenal secara mendalam tentang Indonesia, khususnya di kancah internasional, dapat lebih kuat dan dipahami oleh publik.

    "Portal berita www.indonesia.go.id asosiasinya apa? Iniyang harus kita kembangkan. Ini semua yang disebut branding. Sekarang kita melakukan trend branding melalui sosialisasi yang dilakukan terus menerus," ucap Menteri Rudiantara.**

    Berita Terkait

    Oman Bantu Indonesia Usut Kecurangan Wasit Piala Asia 2023? Itu Hoaks!

    Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan fakta dari situs turnbackhoax.id, video tersebut tidak sesuai ant Selengkapnya

    Kritik Presiden, Pelajar SMP Divonis 7 Tahun Penjara? Awas Hoaks!

    Tim AIS Kementerian Kominfo menemukan ternyata klaim itu keliru. Selengkapnya

    Dirjen PPI: Digitalisasi Penyiaran Peluang Lahirkan Konten Kreator Baru

    Digitalisasi penyiaran meningkatkan kualitas siaran yang diharapkan dapat mempertahankan kepemirsaan televisi di tengah pesatnya perkembanga Selengkapnya

    Awas Hoaks! Australia Sogok Indonesia dengan Senjata

    Ternyata klaim dalam video yang beredar tersebut adalah keliru. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA