FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
05 12-2018

145

Menteri TIK ASEAN Bahas Cross-Border Data dan Dinamika Digital

SIARAN PERS NO. 307/HM/KOMINFO/12/2018
Kategori Siaran Pers

Siaran Pers No. 307/HM/KOMINFO/12/2018

Rabu, 5 Desember 2018

Tentang 

Menteri TIK ASEAN Bahas Cross-Border Data dan Dinamika Digital

 

Ubud, Kominfo -  Sepuluh Menteri Informasi dan Telekomunikasi Negara Anggota ASEAN akan membahas Cross-Border Data dan Dinamika Digital ASEAN. Pembahasan itu berlangsung  dalam Konferensi ICT ASEAN Telecommunication and Information Technology Ministers Meeting (TELMIN-18) yang digelar selama dua hari sejak Rabu (05/12/2018) hingga Kamis (06/12/2018).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan saat ini perlindungan data pribadi menjadi perhatian semua negara. Apalagi dengan adanya perubahan gaya hidup yang dominan di dunia online.

"Sekarang dengan perubahan yang terjadi di gaya hidup kita semua. Kita bayar tidak pakai tunai lagi, kita belanja sudah online semua. Nanti pada saat crossborder antar semua negara, bagaimana perlakuan datanya, bagaimana menjaga datanya masyarakat ASEAN sendiri,"katanya usai penanaman pohon sebelum acara konferensi di Ubud, Gianyar Bali, Rabu (06/12/2018). 

Pembahasan itu dalam pandangan Menteri Kominfo tidak hanya pada lingkup ASEAN, melainkan juga dengan negara lain dan kawasan lain, "Belum lagi antara ASEAN dengan regional yang lain. Kita ketahui seperti Eropa, EU, mereka tidak memperbolehkan ecommerce players negaranya crossborder section dengan negara lain yang tidak mempunyai perlindungan data pribadi," jelasnya. 

Menurut Rudiantara, Indonesia sendiri telah menyepakati untuk memasukkan perlindungan data pribadi dalam agenda penyusunan Undang-undang. "Dalam konteks Indonesia, pemerintah dan parlemen sepakat UU Perlindungan Data Pribadi itu dan dibahas tahun 2019 sudah masuk ke Prolegnas" tambahnya.

Selain mengenai Cross-Border Data, TELMIN Tahun 2018 ini akan fokus untuk membahas hal-hal yang mempengaruhi dinamika di digital ASEAN itu sendiri. 

"Fokusnya adalah hal-hal yang mempengaruhi dinamika di digital ASEAN itu sendiri. Kita juga meminta enlightment dari big tech company menyampaikan kepada kita directionnya perkembangan teknologi seperti apa di dunia, implikasinya kepada global dan kepada ASEAN seperti apa dan apa kira-kira yang mereka suggest bagi kita ASEAN untuk merespon dinamika teknologi ini sendiri," jelas Menteri Rudiantara.  

 

Tanam Pohon 

Sebelum mulai konferensi, sepuluh Menteri TIK ASEAN, Sekjen ASEAN Lim Jock Hoi dan Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) Houlin Zhou menanam pohon. Menteri Kominfo sendiri menanam pohon juet atau jamblang. Menurutnya hal itu sebagai bentuk perhatian komunitas TIK terhadap pelestarian lingkungan, 

Walaupun kita bidangnya teknologi, digital, startup, digital economy dan lain sebagainya tapi kita juga sebagai manusia harus menjaga ekosistem kita, lingkungan kita dan ini bagian dari environment lingkungan hidup kita yang harus kita senantiasa jaga," ungkapnya.

 

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

 


Berita Terkait

Siaran Pers No. 316/HM/KOMINFO/12/2018 Tentang Usulan Konsep Ekonomi Digital Indonesia Diadopsi KTT G20 Argentina

Selengkapnya

Siaran Pers No. 315/HM/KOMINFO/12/2018 Tentang Jadikan Bonus Demografi Keunggulan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia memiliki keunggulan di berbegai sektor, salah satunya peningkatan pert Selengkapnya

Siaran Pers No. 314/HM/KOMINFO/12/2018 Tentang Kolaborasi Ekosistem Digital Untuk Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro di Daerah 3T

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kementerian Keuangan dan lima lembaga meluncurkan Digitalisasi Pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Selengkapnya

Siaran Pers No. 313/HM/KOMINFO/12/2018 Tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi

Selengkapnya