FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    03 12-2018

    432

    Bangun Ruang Publik yang Sehat dan Bebas dari Ketakutan

    KategoriBerita Kementerian | mth

    Tangerang, Kominfo -  Era informasi digital saat ini memberikan kecepatan sekaligus akses terhadap berbagai informasi setiap hari. Namun pada saat yang sama memberikan persoalan baru, terutama kredibilitas berita itu sendiri. Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah membangun ruang publik yang sehat dan bebas dari ketakutan.

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan hal tersebut dalam acara Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) dengan tema Sinergi Indonesia Menuju Era Komunikasi 4.0, di Tangerang, Banten, Senin (03/12/2018).

    Saat ini, di Indonesia terdapat 143 juta pengguna internet. Artinya, lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah mengakses internet. Dari jumlah itu, 130 juta penggunanya sangat aktif media sosial di Indonesia. Berdasarkan data Nielsen Media Consumer View tahun 2017 lalu, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 44% populasi dibandingkan dengan TV (96%), Media luar ruang (53%), radio (37%), surat kabar (7%) serta tabloid dan majalah (3%). Angka ini mengalami lonjakan luar biasa dibandingkan dengan tahun 2012 yang saat itu baru mencapai 26%. 

    “Kita tahu bahwa ini merupakan tempat bersemainya berbagai berita hoax,” kata Moeldoko.  

    Moeldoko menyebutkan bahwa demokrasi dan peradaban yang baik membutuhkan ruang publik yang sehat, yang memberi kesempatan pada nilai-nilai yang luhur untuk menjadi dasar dalam setiap dialog dan pengambilan keputusan. “Hoax tidak hanya merugikan pemerintah tapi juga demokrasi dan peradaban kita mundur jauh,” tegas Moeldoko. 

    Dalam kesempatan tersebut Moeldoko juga menyampaikan berbagai cara yang sudah dilakukan pemerintah dalam membangun ruang publik yang sehat. Membentuk UU ITE, bekerja sama dengan platform media sosial untuk menghentikan portal yang menyebabkan berita hoaks, melibatkan masyarakat dengan membentuk komunitas yang memerangi hoaks, dan memberikan literasi media kepada masyarakat. 

    Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam pidato pembukaan acara melalui video taping juga menyampaikan dalam penyampaian informasi ke masyarakat membutuhkan cara yang efektif. “Salah satu cara yaitu dengan menggunakan budaya seperti wayangan dan sebagainya,” papar Rudiantara melalui video. Cara tersebut dinilai lebih efektif agar masyarakat terhindar dari berita hoaks. 

    Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Niken Widiastuti. 

    Berita Terkait

    Beredar Hoaks Marinir AS Dukung Papua Lepas dari NKRI, Ini Faktanya!

    Beredar sebuah konten unggahan yang viral di media sosial Facebook yang menuliskan, “Marinir Amerika Serikat Mendukung Papua Lepas dari NK Selengkapnya

    Satelit Multifungsi SATRIA Jadi yang Pertama dan Terbesar di Asia

    Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, baru saja melakukan penandatanganan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) P Selengkapnya

    Layanan Publik Pulau Morotai Makin Lancar Berkat Internet Cepat

    Sebagai beranda terdepan Indonesia di kawasan Asia Pasifik, Pulau Morotai menjadi saksi atas bukti nyata kehadiran Negara dengan melaksanaka Selengkapnya

    Fokus Bangun SDM, Pemerintah Siapkan 368 Ribu Beasiswa

    Tahun 2019 Pemerintah memfokuskan pembangunan sumber daya manusia untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan dan peluang masa depan. Selengkapnya