FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    26 07-2018

    563

    Presiden: Desa Harus Jadi Pilar Ekonomi Nasional

    KategoriBerita Pemerintahan | mth

    Yogyakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo berharap desa bisa menjadi pilar ekonomi nasional. Untuk itu, Presiden berharap dana desa yang dikucurkan sejak tahun 2015 bisa digunakan sebaik-baiknya sehingga tepat sasaran. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam arahannya saat acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Tahun 2018 yang dihelat di Graha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/07/2018).

    “Jadi kita ingin desa ini nantinya bisa menjadi pilar ekonomi nasional kalau dana desa itu betul-betul bisa tepat sasaran sehingga menaikkan daya saing desa, bisa meningkatkan perekonomian di desa,” kata Presiden. Sejak tahun 2015, pemerintah sudah mengucurkan Rp.187 triliun untuk dana desa. Rinciannya, Rp20 Triliun di Tahun 2015, Rp47 Triliun di Tahun 2016, Rp60 Triliun di Tahun 2017, dan Rp60 Triliun di Tahun 2018.

    “Itu angka yang sangat besar sekali dalam sejarah anggaran di negara kita. Rp.187 triliun dalam 4 tahun itu gede sekali. Oleh sebab itu, penggunaannya harus tepat sasaran. Apa yang diperlukan desa itu kerjakan dengan dana desa ini,” lanjutnya. Presiden pun berpesan agar dana desa tersebut dibelanjakan di sekitar desa dan kecamatan saja sehingga perputaran uang berada di desa, tidak kembali lagi ke kota yang berujung di Jakarta.

    “Dana desa betul-betul uang berputar di bawah ini juga akan memberikan percepatan pada ekonomi di tingkat yang paling bawah di desa sehingga kita harapkan juga ada stabilitas. Misal irigasi sudah baik, jalan produksi sudah baik, sehingga ada juga nanti stabilitas pangan tidak terganggu,” ucapnya.

    Selain itu, dengan adanya dana desa ini Presiden pun berharap pemerataan pembangunan bisa tercipta di seluruh Tanah Air. Sehingga ketimpangan antara kota dengan desa, dan antara wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan.

    “Jadi kita ingin dana desa ini nanti ada pemerataan di seluruh Tanah Air. Keinginan kita pemerataan. Target kita adalah pemerataan. Percepatan pembangunan desa ini akan memberikan pemerataan kepada rakyat kita. Tetapi memang harus tepat sasaran,” kata Kepala Negara. Untuk itu, Presiden pun berharap agar penggunaan dana desa itu difokuskan untuk satu hal dan tidak diecer-ecer.

    “Sama seperti yang kita lakukan sekarang untuk APBN, kita fokus total pada infrastruktur. Rampung. Nanti tahapan kedua kita akan masuk ke investasi di sumber daya manusia. Rampung. Nanti kita masuk lagi ke tahapan-tahapan berikutnya. Desa pun harus bekerjanya fokus seperti itu,” pungkasnya.

    Dalam acara ini Presiden tampak didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

    Berita Terkait

    Presiden: Lindungi Pancasila, Toleransi, dan Keberagaman

    Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa tanggung jawab para Perwira Remaja TNI dan Polri sangat besar. “Saudara harus terus melindungi Pa Selengkapnya

    Presiden: Produk UMKM Masih Punya Potensi Pasar

    Presiden Joko Widodo membuka pameran bertajuk Karya Kreatif Indonesia 2019 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), di Hall A, Jakart Selengkapnya

    Presiden Harapkan Guru Harus Lebih Dari Mengajar

    Presiden Joko Widodo mengingatkan para guru untuk berhati-hati. Saat ini menurutnya ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar, namun sek Selengkapnya

    Presiden: Pilpres Sudah Selesai, Mari Kita Berangkulan Kembali

    Presiden Joko Widodo menegaskan, masalah Pemilihan Presiden (Pilpres) pada bulan April lalu telah selesai setelah keputusan Mahkamah Konstit Selengkapnya