FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    16 07-2018

    1936

    Hore!! Kominfo Akan Bangun 13 Menara Telekomunikasi di Seruyan

    Kategori Sorotan Media | daon001

     

    Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana akan membangun 13 unit menara telekomunikasi seluler di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

    "Pembangunan menara telekomunikasi atau `base transceiver station" (BTS) dengan anggaran miliaran rupiah itu akan dilakukan wilayah Seruyan yang tidak terjangkau jaringan seluler atau "blank spot",terutama wilayah hulu," kata Sekretaris Daerah Seruyan, Haryono di Kuala Pembuang, Jumat (13/7/2018) kemarin.

    Haryono yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Seruyan menjelaskan, wilayah hulu yang sebagian besar masih tidak terjangkau jaringan seluler itu meliputi Kecamatan Seruyan Tengah, Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Suling Tambun.

    "Kemarin kita mengusulkan pembangunan 30 unit BTS, namun yang disetujui hanya 13 unit. Karena itu kita berharap pembangunan BTS dapat terus ditambah karena masih banyak wilayah Seruyan yang tidak terjangkau jaringan seluler," katanya.

    Menurutnya, telekomunikasi merupakan salah satu bagian penting untuk mendorong percepatan pembangunan di kabupaten berjuluk "Bumi Gawi Hatantiring".

    "Selain untuk memperlancar komunikasi antarwarga, baik yang berada di dalam maupun di luar daerah Seruyan, telekomunikasi juga dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi-potensi serta sumber daya yang telah dihasilkan masyarakat," katanya.

    Ia mencontohkan, salah satu kecamatan di wilayah hulu Seruyan, yakni Kecamatan Suling Tambun memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, bahkan hasil perkebunan terutama untuk karet dan rotan terbilang cukup besar.

    Namun, karena terbatasnya jaringan telekomunikasi, masyarakat sangat kesulitan mengakses pasar. Akhirnya berbagai komoditas yang dihasilkan masyarakat tidak bisa dipasarkan dengan baik.

    "Karena tidak ada komunikasi, masyarakat tidak tahu kapan bertemu pembeli, sebaliknya pembeli juga tidak tahu bagaimana bertemu dengan masyarakat. Akhirnya harga mudah dipermainkan, dan ini tentu sangat merugikan," katanya.

    Kemudian, dari sisi pemerintah, masih banyaknya desa yang belum terakses komunikasi juga membuat pemerintah tidak bisa bergerak dengan cepat.

    Pemerintah sekarang ini dituntut untuk memiliki respon dan bergerak cepat, tapi kalau komunikasi sulit, maka ini akan menjadi kendala.

    "Karena itu, kita berharap rencana pembangunan BTS oleh Pemerintah Pusat dapat berjalan dengan baik, sehingga ke depan tidak ada lagi kecamatan yang masih "blank spot"," katanya. 

    Sumber Berita : www.wartaekonomi.co.id

    Berita Terkait

    Kominfo Bangun 4.200 BTS Demi Desa Teraliri Internet di 2021

    Untuk memperluas jaringan layanan internet yang mengalir sampai desa, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana membangun 4 Selengkapnya

    Kemkominfo Tingkatkan Kemampuan Aplikasi PeduliLindungi

    Sampai hari ini, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai ratusan ribu orang. Angka ini terus bertambah dari hari ke hari. Selengkapnya

    Yayasan BAKTI Kominfo Salurkan Bantuan Paket Data kepada Korban Banjir

    Yayasan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia memberikan sejum Selengkapnya

    Menkominfo Ajak Warganet Sebar Hal Positif di Dunia Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengajak, warga netizen (warganet) untuk menyebarkan hal-hal positif dan kreatif dalam dun Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA