FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
26 06-2018

369

Pimpin Ratas, Presiden Ingin Pastikan Pertemuan IMF-World Bank di Bali Lancar

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas tentang perkembangan persiapan pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank Tahun 2018 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/6). Presiden memastikan kesiapan lalu lintas penerbangan dan keamanan untuk mensukseskan pertemuan IMF-World Bank di Bali pada Oktober mendatang. - (antarafoto)

Jakarta, Kominfo - Menjelang pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) -World Bank Tahun 2018 pada bulan Oktober mendatang, Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/06/2018) sore.

Dalam rapat terbatas untuk yang ketiga kalinya ini, Kepala Negara meminta laporan terkait persiapan pertemuan yang rencananya akan digelar di Pulau Dewata tersebut.

"Saya ingin memastikan kesiapan mulai dari urusan bandara, urusan tempat pertemuan, akomodasi, termasuk acara, dan fasilitas-fasilitas pendukung yang diperlukan dalam rangka mensukseskan pertemuan ini," ujar Presiden.

Tak hanya itu, sisi pengamanan juga tak luput dari perhatian Presiden. Ia meminta agar pihak keamanan berkoordinasi sedini mungkin guna memastikan keamanan bagi para delegasi yang diperkirakan mencapai ribuan orang.

"Ini juga sangat penting terhadap 15 ribu delegasi dari 189 negara anggota IMF-World Bank yang saya kira juga perlu dipersiapkan mulai dari sekarang," ungkap Presiden.

Presiden juga meminta agar segala hambatan dan kendala yang ada di lapangan dapat diselesaikan secepat mungkin.

"Saya lihat kemarin untuk fisik dan lain-lain saya tanya ke Gubernur (Bali) saya kira sudah pada posisi yang nanti pada akhir Juli itu sudah siap semuanya sehingga tinggal persiapan ke arah Oktober-nya," ucap Presiden.

Dalam pengantarnya, Presiden mengemukakan, dengan waktu yang semakin dekat, yaitu Oktober 2018, ia ingin memastikan kesiapan, mulai dari urusan airport bandara, urusan tempat pertemuan, akomodasi termasuk acara dan fasilitas-fasilitas pendukung yang diperlukan dalam rangka mensukseskan Pertemuan Tahunan Internasional IMF–World Bank itu, termasuk kesiapan masalah pengamanan.

“Ini juga sangat penting terhadap 15.000 delegasi dari 189 negara anggota IMF-World Bank yang saya kira juga perlu dipersiapkan mulai dari sekarang,” tutur Presiden.

Karena itu, kalau ada kendala hambatan di lapangan, Presiden meminta agar secepatnya segera diselesaikan.

Berdasarkan peninjauannya di lapangan dan dialognya dengan Gubernur, saat berkunjung ke Bali kemarin, Presiden menilai untuk fisik dan lain-lain sudah pada posisi yang nanti pada akhir Juli sudah siap semuanya, sehingga tinggal persiapan ke arah bulan Oktober.

Rapat Terbatas itu diikuti oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua OJK Wimboh Santoso, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Kesehatan Nila F. Moelok, Menkominfo Rudiantara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. 

Berita Terkait

Bantuan Sosial Meningkat, Presiden Harap Pengentasan Kemiskinan Bisa Lebih Cepat

Meskipun angka kemiskinan sudah turun dari 11,2 persen di tahun 2014 menjadi 9,8 persen tahun 2018 ini, Presiden Joko Widodo menilai angka t Selengkapnya

Pertahankan Pasar Rakyat, Presiden Minta Bangun Ekosistem Online

Presiden Joko Widodo menyatakan pasar rakyat harus terus diberikan perhatian agar bisa terus mempertahankan eksistensinya di tengah hadirnya Selengkapnya

Prihatin Maraknya Kabar Bohong, Presiden Setuju Gerakan Indonesia Bicara Baik

Presiden Joko Widodo menyampaikan keprihatinannya menyaksikan munculnya konten-konten negatif, berita provokatif, adu domba, kabar bohong ya Selengkapnya

Presiden Ingin Perbanyak Usaha Rintisan Rambah Pasar Global

Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia memperbanyak usaha rintisan kecil-kecil (startup) yang bisa merambat pasar global. Ia menilai, b Selengkapnya