FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
28 05-2018

452

Pimpin Ratas, Presiden Ingin Negara Peserta Asian Games 2018 Yakini Indonesia Aman

Kategori Berita Pemerintahan | mth
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Seskab Pramono Anung memasuki ruang rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/05/2018) pagi. - (Humas Setkab/Agung)

Jakarta, Kominfo - Untuk yang kesebelas kalinya, Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas (ratas) persiapan pelaksanaan Asian Games XVIII yang waktunya sudah sangat dekat.

“Untuk ratas kali ini saya ingin memastikan lagi, ingin memastikan baik kesiapan infrastruktur pembangunan venue maupun non venue,” kata Presiden dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/05/2018) siang.

Berkaitan dengan kesiapan itu, menurut Presiden, termasuk juga persiapan teknis pelaksanaan, mulai dari pembukaan, pertandingan, dan penutupan, sampai untuk prestasi kesiapan atlet-atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018 itu. “Secara singkat nanti saya ingin disampaikan. Singkat-singkat saja,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara secara khusus juga meminta laporan mengenai kesiapan pengamanan. “Kita ingin negara-negara peserta Asian Games meyakini bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi dan kondisi keamanan sepenuhnya terkendali,” tegas Presiden.

Sementara terkait dengan publikasi, promosi, dan marketing dalam pelaksanaan Asian Games XVIII ini, Presiden Jokowi ingin betul-betul mendapatkan perhatian secara khusus. Hal ini karena menurut Presiden, yang kelihatan sudah bergerak di Jakarta maupun di daerah hanya TNI dan Polri.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menpora Imam Nahrawi, Mendikbud Muhadir Effendy, Menristekdikti M. Nasir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menlu Retno Marsudi, Menkominfo Rudiantara, Menhub Budi K. Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Ketua Umum KONI Tono Suratman, Ketua KOI/INASGOC Erick Thohir, dan Sekda Jabar Iwa Karniwa. 

 

900 Prajurit TNI dan Anggota Polri Akan Dikerahkan

Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 atau Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir mengemukakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolri dan pihak TNI terkait masalah keamanan dalam penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara Asia bulan Agustus mendatang.“Sudah dialokasikan oleh Kapolri, di empat kota. Dan jumlah keamanan semua dan kita tahu jumlah TNI dan Polri sendiri itu kan hampir 900 ribu, merupakan nomor 2 terbesar di dunia,” kata Erick kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas.

Dengan kekuatan yang luar biasa, dan dengan kerja sama dari semua pihak termasuk masyarakat, Ketua INASGOC optimistis mengenai  masalah keamanan selama penyelenggaraan Asian Games 2018.

Sejauh ini, menurut Ketua INASGOC  Erick Thohir, semua persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 sudah berjalan dengan baik. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach akan hadir pada penutupan Asian Games 2018, dan akan tinggal selama 3 (tiga) hari di Indonesia.

“Saya rasa sebuah hal yang positif. Apalagi kalau kita sukses Asian Games, kesempatan kita juga untuk melobi Presiden IOC untuk Olimpiade 2032,” ucap Erick.

Sumber

Berita Terkait

Gunakan Dana Desa dengan Tepat Sasaran dan Sesuai Kebutuhan

Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat agar menggunakan dana desa dengan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Hal tersebut diungkapkan Selengkapnya

Bantuan Sosial Meningkat, Presiden Harap Pengentasan Kemiskinan Bisa Lebih Cepat

Meskipun angka kemiskinan sudah turun dari 11,2 persen di tahun 2014 menjadi 9,8 persen tahun 2018 ini, Presiden Joko Widodo menilai angka t Selengkapnya

Prihatin Maraknya Kabar Bohong, Presiden Setuju Gerakan Indonesia Bicara Baik

Presiden Joko Widodo menyampaikan keprihatinannya menyaksikan munculnya konten-konten negatif, berita provokatif, adu domba, kabar bohong ya Selengkapnya

Ekonomi Global Sulit, Presiden Bersyukur Indonesia Tumbuh 5,17%

Presiden Joko Widodo mengemukakan, bahwa ekonomi global sekarang ini memang pada posisi yang sulit, dan tidak menguntungkan kita secara pert Selengkapnya