FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
28 05-2018

65

Kemen Kominfo Kelola Dana USO Rp 2,5 T

Kategori Sorotan Media | Diani Hutabarat

Direktur Utama BAKTI Anang Latif mengatakan, rata-rata, setiap tahun, pihaknya mengelola dana USO untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi senilai Rp 2,5 tiliun.

Salah satu program pembangunan infrastruktur yang sedang dijalankan oleh pemerintah adalah proyek pembangunan Palapa Ring. Proyek ini merupakan program pembangunan kabel serat optik yang akan dijadikan tulang punggung jaringan yang menjangkau semua wilayah terpencil Indonesia. 

Program Palapa Ring terdiri atas tiga paket, yaitu Paket Barat, Tengah, dan Timur. "Harapannya, tahun depan, semua paket proyek Palapa Ring dari Barat-Timur sudah bisa selesai dan komersial," kata Anang, dalam acara diskusi yang digagas Indonesia LTE Community yang mengusung tema Indonesia Toward Digital Paradise di Balai Kartini, Jakarta, pekan lalu. 

Menurut dia, pembangunan proyek Palapa Ring hampir rampung dan ditargetkan selesai akhir 2018. Saat ini. Palapa Ring Paket Barat sudah selesai dibangun dan resmi beroperasi. Sedangkan pembangunan Palapa Ring Paket Tengah sudah mencapai 76% dan perkembangan Paket Timur sudah 46%. 

"Diharapkan, awal 2019, Palapa Ring, semuanya sudah beroperasi. Akhir tahun ini, semuanya sudah selesai pembangunannya," ujarnya 

Sementara itu. Benyamin Sura, direktur Pengembangan Pitalebar Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemen Kominfo, mengungkapkan, pembangunan infrastruktur untuk terluar dan terpencil (remote) area di Indonesia membutuhkan inovasi dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan. Hal ini diperkukan agar gairah ekonomi digital bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Apalagi, Indonesia masih harus banyak mengejar ketertinggalan untuk ketersediaan infrastruktur di remote area.

"Kita ada rencana pita lebar Indonesia, target-target yang harus dicapai ada di situ. Untuk fixed broadband (internet) memang butuh banyak inovasi dan kolaborasi dari semua pihak agar tingkat penetrasi yang masih 7,87% bisa ditingkatkan menjadi double digit seperti di seluler," tutur Benyamin. 

Data Kemen Kominfo menyebutkan, wilayah perdesaan di Indonesia yang sudah terjangkau oleh jaringan internet pita lebar berbasis 3G mencapai 73,02% dari total 83.218 desa/kelurahan. Sementara itu, untuk cakupan jaringan 4G LTE baru mencapai 55,05%. 

Pemerintah menargetkan, pada 2019,100% desa/kelurahan di seluruh wilayah Tanah Air sudah terjangkau jaringan 3G. Pada tahun yang sama, untuk seluruh wilayah kabupaten/kota yang berjumlah 514, pada tahun depan diharapkan sudah 100% terjangkau oleh jaringan 4G LTE dari saat ini baru 64%. "Saat ini, pemerintah sudah berinisiatif dengan membangun proyek Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur. Diharapkan, operator bisa memaksimalkan kehadiran infrastruktur ini untuk menghadirkan ekonomi digital di remote area," tambah Benyamin. 

Syarif Lumintarjo, direktur Palapa Ring Barat, menambahkan, membangun dan mengoperasikan Palapa Ring Barat sudah dilakukan dan beroperasi sejak Maret 2018. Hal itu seiring dengan uji coba (trial) yang sudah dilakukan. Palapa Ring Paket Baret membentang dari Dumai di Riau hingga Singkawang di Kalimantan. 

Kekuatan Palapa Ring Barat adalah menjangkau kota/kabupaten maupun pulau terluar dengan jaringan kabel serat optik di Batam, Kepulauan Ana-bas, Natuna, Singkawang, Karimun, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Dumai, Siak, Lingga, dan Tanjung Jabung Barat. 

"Kami didukung oleh pemerintah Indonesia melalui Kemen Kominfo (BAKTI) dan juga didukung oleh sumber daya yang memiliki pengalaman dalam bidang serat optik dan industri ICT (information and communications technology) ," ungkap Syarif. 

Agus Witjaksono, VP network deployment Telkomsel, menyatakan, pihaknya tetap konsisten untuk mendukung upaya pemerintah dalam program pengembangan jaringan telekomunikasi di daerah terpencil dengan mengoptimalkan dana USO. 

"Salah satu yang sudah kami lakukan bekerja sama dengan BAKTI adalah dengan menyediakan akses telekomunikasi seluler bagi masyarakat di wilayah pelayanan universal telekomunikasi dan informatika, atau yang lebih dikenal dengan USO," ujar Agus. 

sumber berita Investor Daily

Berita Terkait

Kemenkominfo Minta Operator Antisipasi Tiga Titik Kritis

Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta operator seluler mengantisipasi kemungkinan terjadi situasi kritis di tiga titik lokasi jalur Selengkapnya

Kominfo Harmonisasi Ulang Data 254,8 Juta Kartu Prabayar

Hasil akhir program registrasi kartu prabayar menunjukkan, 254,8 juta nomor terdaftar hingga 30 April 2018. Meski begitu, Kementerian Komuni Selengkapnya

3 Poin Pertemuan Kominfo dengan Facebook, Diancam Take-down

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara bersama Vice President Public PolicyFacebook Asia Pasific, Simon Milner membahas beberapa hal Selengkapnya

Kemenkominfo Sebut Ada 5 Etika di Dunia Siber

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengingatkan ada lima etika di dunia siber. Lima nilai tersebut, yakni tanggung jawab, e Selengkapnya