FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
14 05-2018

431

Potensi Besar Industri Logistik Topang Ekonomi Digital

Kategori Berita Kementerian | anni005
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan l, Otoritas Jasa Keuangan Budi Armanto, Senior Business Development Logistic Tokopedia Stephanie Octavia, Ketua Asperindo M. Feriadi, Direktur Utama PT. Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, dan Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi dan Direktur Pos Ditjen PPI Ikhsan Baidirus sebagai Moderator di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (14/05/2018).

Jakarta, Kominfo - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli menegaskan Indonesia memiliki keuntungan dari aspek demografis dan geografis sebagai modal untuk meningkatkan kontribusi industri logistik dalam sektor ekonomi digital.

“Kita memiliki 17.500 pulau yang tersebar dan berpencar, tapi di sisi lain kita juga punya penduduk 262 juta jiwa dengan pengguna aktif internetnya 143 juta jiwa, maka ini semua menjadi bagian yang sangat penting dari pasar-pasar transaksi online dan industri logistik,” katanya dalam Keynote Speech yang pembukaan Seminar Nasional  Kontribusi Industri Logistik untuk Ekonomi Digital di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/05/2018) pagi.

Tantangan besar itu dalam pandangan Dirjen Ramli menjadi peluang yang menjanjikan, sebaba pasar lokal industri logistik sangat besar. "Hanya bermain dalam pasar lokal saja juga bukanlah suatu masalah. Jadi seandainya ada perusahaan yang pasarnya hanya domestik saja, maka itu sudah menjadi sama dengan perusahaan yang menguasai 40% marketshare Asean, jadi jumlah penduduk yang 262 juta jiwa ini identik dengan 40% marketshare Asean,” tambahnya.

Dirjen PPI menilai disrupsi teknologi bisa menghasilkan dampak kemudahan berbisnis bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah yang sulit terjangkau sekalipun. Kehadiran bisnis berbasis online yang difasilitasi oleh marketplace e-commerce ini juga disebut sebagai efisiensi pembangunan.

“Fenomena yang sangat kuat ketika virtual visit terjadi kita bisa mengabaikan demografis. Jika dulu kita harus repot membuat pusat perbelanjaan di daerah, sekarang hanya perlu membangun (gudang) di kota saja,” jelasnya.

Menurut Dirjen Ramli, Indonesia harus siap dengan pelayanannya agar tidak menjadi konsumen. "Solusi bagi industri logistik e-commerce dari aspek regulasi, kualitas layanan, dan perlindungan konsumen sehingga tercipta optimalisasi industri logistik e-commerce pun harus dicari," katanya.

Seminar Nasional ini menghadirkan narasumber antara lain Deputi Komisioner Pengawas Perbankan l, Otoritas Jasa Keuangan Budi Armanto, Senior Business Development Logistic Tokopedia Stephanie Octavia, Ketua Asperindo M. Feriadi, Direktur Utama PT. Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, dan Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, serta Direktur Pos Ditjen PPI Ikhsan Baidirus sebagai Moderator. (AB-Z)

Berita Terkait

Penetrasi Internet Dorong Kemajuan Ekonomi Digital Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat penetrasi penggunaan internet oleh masyarakatnya memiliki angka yang tinggi. Bahkan terca Selengkapnya

Menkominfo: Indonesia Siap Jadi Negara Pelaku Ekonomi Digital Terbesar

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, hingga kini instansinya masih gencar melakukan sosialisasi serta peng Selengkapnya

Menkominfo Apresiasi Laboratorium IoT Untuk Siapkan Talenta Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi kehadiran X-Camp XL Axiata. Menurutnya hal itu sejalan dengan upaya Kementerian Selengkapnya

Tiga Building Block Regulasi Untuk Topang Ekonomi Digital

Guna memfasilitasi dan mempercepat perkembangan ekonomi digital di Indonesia, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informat Selengkapnya