FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    26 02-2018

    1838

    Registrasi Ulang Kartu Prabayar, Upaya Benahi Data Pelanggan

    Kategori Berita Kementerian | Viska
    Kemkominfo bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri serta Institut Teknologi Bandung menggelar Seminar Nasional Identitas Cerdas dan Peningkatan Akses Telekomunikasi untuk Ekonomi Digital "Awareness Registrasi Nomor HP", Senin (26/02/2018). - (VE)

    Bandung, Kominfo -- Program Registrasi Ulang Kartu Prabayar merupakan salah satu upaya pembenahan data pelanggan yang dimiliki operator telekomunikasi. Hal itu dijelaskan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys dalam Seminar Nasional Identitas Cerdas dan Peningkatan Akses Telekomunikasi untuk Ekonomi Digital "Awareness Registrasi Nomor HP" di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Senin (26/02/2018).

    Menurut Merza, data pelanggan prabayar yang dimiliki operator hingga saat ini kebanyakan adalah data abal-abal yang tidak dapat digunakan. "Garbage in, garbage out. Jika kita menyimpan data begitu banyaknya tapi dalam bentuk sampah, keluarnya juga masih sampah. Oleh sebab itu pemerintah mulai menjalankan proram registrasi pelanggan prabayar,” jelasnya.

    Merza turut menjamin bahwa setelah program tersebut berakhir, operator akan terus menjaga pendaftaran untuk SIMcard baru agar selalu menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor KK yang yang valid. “Sehingga hanya NIK dan No. KK yang valid yang bisa menggunakan layanan telekomunikasi. Kita akan menjadi negara yang betul-betul menjaga keabsahan data, yang merupakan ciri-ciri dari masyarakat digital” tegasnya.

    Sementara itu Agung Harsoyo dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyatakan bahwa program Registrasi Ulang Kartu Prabayar ini saling melengkapi antara pelaku industri telekomunikasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Dalam Negeri. “Program registrasi ini saling melengkapi, antara inudstri telekomunikasi dengan Ditjen Dukcapil. Ini dalam rangka melengkapi dan memperbarui data-data yang ada di Dukcapil.”

    Tugas selanjutnya, lanjut Agung, adalah membenahi data yang tercatat lebih dari sekali maupun data yang keliru. “Nanti tugas kami berikutnya adalah, bersama dengan ATSI, dibahas langkah-langkah ke depan mengenai data yang double, keliru, mulai dibenahi. Identitas pelanggan yang benar, yang akurat, yang shahih, itu merupakan prasyarat untuk bisa bertransaksi,” jelasnya. (VY)

    Berita Terkait

    Uang Baru Pecahan Rp75 Ribu Tidak Dapat Dibelanjakan, Awas Hoaks!

    Beredar unggahan narasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa uang pecahan Rp75 ribu yang baru diluncurkan untuk memperingati 75 t Selengkapnya

    Agar Tak Disalahgunakan, Gunakan Data Pribadi dengan Bijak

    Dinamika teknologi mendorong penggunaan internet dan gawai makin meningkat. Selain itu kebutuhan komunikasi, saat ini internet juga menjadi Selengkapnya

    Digitalisasi Penyiaran, Upaya Kominfo Jaga Koeksistensi Pertelevisian

    Pemerintah menodorong digitalisasi penyiaran untuk menjaga koeksistensi industri penyiaran di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Selengkapnya

    Kominfo Tantang Peserta UNAR Buat Skema Pemancar

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menantang peserta Ujian Negara Amatir Radio CAT Reguler di Pontianak membuat skema pemancar. Selengkapnya