FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
03 01-2018

489

Tebarkan Kedamaian Jadi Tema Hari Amal Bakti ke-72

Kategori Berita Pemerintahan | ivon001
Menag Lukman saat menyampaikan sambutan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI Ke-72 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Rabu (03/01/2018).

Jakarta, Kominfo  - Hari ini, tepatnya tanggal 3 Januari 2018 Kementerian Agama memasuki usia 72 tahun. Hari jadi Kemenag yang biasa disebut Hari Amal Bakti tahun ini mengambil tema: "Tebarkan Kedamaian".

"Tema ini dipilih karena pada hakikatnya agama berfungsi menyemai kebaikan dan menebar kedamaian," ujar Menag ketika bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan HAB, Rabu (3/1).

Dalam upacara yang dihadiri oleh seluruh ASN Kementerian Agama ini, Menag kembali menegaskan bahwa kedamaian adalah pesan universal semua agama kepada umat manusia.

Menurut Menag, kedamaian akan membawa kebahagiaan. Kedamaian adalah jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan. Kedamaian merupakan pintu maslahat bersama. Dan, hanya dengan hati yang damai, sanubari kita bisa merasakan kasih sayang Tuhan yang hakiki.

"Karena itu, saya mengajak seluruh ASN Kementerian Agama dan semua komponen umat beragama di Tanah Air agar bersama-sama menjadi Duta Penebar Kedamaian. Marilah kita buktikan bahwa agama sesungguhnya membawa angin kesejukan yang menenteramkan . Dalam damai akan tercipta negeri yang tenteram dan sejahtera," ujar Menag.

"Pesan kedamaian ini makin terasa penting untuk digaungkan agar kita tidak terjerembab dalam kubangan perseteruan dan jebakan permainan atas nama agama," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Menag juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak, baik sesama aparat pemerintah pusat dan pemerintah daerah, para wakil rakyat di parlemen, majelis-majelis agama dan tokoh agama, pers dan media, maupun seluruh lapisan masyarakat umat beragama, atas segala dukungan dan kerjasama yang telah diberikan kepada Kementerian Agama selama ini.

"Semoga dukungan dan kerja sama itu semakin efektif dan produktif di masa-masa mendatang," ujar Menag.

Tampak hadir dalam upacara Peringatan HAB ke-72 para pejabat eselon I dan II, para pengurus Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama dan seluruh ASN Kementerian Agama.

Terkait layanan publik Menag menegaskan, ASN Kemenag tidak hanya sekedar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun. Penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal.

“Di sisi lain, kita juga harus giat berinovasi agar lembaga kita terasa kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Karenanya, saya berharap tahun ini semua layanan di pusat dan daerah sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai implementasi e-Government,“ ujar Menag saat menyampaikan sambutan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI Ke-72 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Rabu (3/01). Upacara HAB ke-72 ini dihadiri segenap pejabat dan ASN Kemenag RI.

Menag juga menambahkan, ASN Kemenag patut bersyukur, berbagai upaya perbaikan telah membuahkan hasil. Mengiringi usianya yang ke72, Kementerian Agama sukses menorehkan sejumlah prestasi. Di bidang tata kelola, mendapat opini hasil audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan kenaikan indeks penilaian reformasi birokrasi.

Di bidang pelayanan haji, indeks kepuasan jemaah haji terus meningkat. lndeks kerukunan beragama berada dalam angka positif. Begitu pula dengan pelayanan nikah di KUA. Juga kenaikan pada standar mutu pendidikan agama dan keagamaan di tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi.

Selain itu, Kementerian Agama dinilai sebagai penyumbang PNBP terbesar, pelapor LHKPN terbanyak serta beberapa penghargaan lainnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“lni menunjukkan bahwa kita telah mampu bertransformasi melalui sistem yang baik,“ harap Menag.

Namun, ditambahkan Menag, hal ini harus segera diimbangi dengan perubahan mental, cara berpikir, dan budaya kerja yang baik. Lima Nilai Budaya Kerja tak boleh sekadar jadi slogan, tapi harus terus terinternalisasi dalam setiap pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja.

“Prinsip Bersih dan Melayani harus senantiasa dijunjung tinggi,“ ujar Menag.

 

Sumber


Berita Terkait

Garuda Wisnu Kencana Mahakarya Anak Bangsa

Presiden Joko Widodo merasa senang dan bangga dengan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menurutnya merupakan mahakarya anak bangsa. Patu Selengkapnya

Presiden Ajak Bangsa Indonesia Jadi Tuan Rumah yang Baik

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi sekitar 16.000 atlet dari 45 negara yang bertanding dan mem Selengkapnya

Garis Kemiskinan BPS Sudah di Atas Standar Bank Dunia

Metode pengukuran garis kemiskinan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) masih lebih tinggi dari rata-rata Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi d Selengkapnya

Siapkan Layanan Online Terintegrasi, Pemerintah Gelar Bimtek

Guna memastikan pelaksanaan layanan online terintegrasi berlangsung baik, pemerintah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Online Singl Selengkapnya