FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
22 12-2017

337

Beasiswa S2 Luar Negeri Kementerian Kominfo Tahun 2018

SIARAN PERS NO. 260/HM/KOMINFO/12/2017
Kategori Siaran Pers

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

No. 260/HM/KOMINFO/12/2017

TENTANG

BEASISWA S2 LUAR NEGERIKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

TAHUN 2018

 

Jakarta, 22 Desember 2017 - Kementerian Komunikasi dan Informatika memanggil pemuda-pemudi terbaik tanah air untuk mengikuti Seleksi Beasiswa Pendidikan S2 Luar Negeri bagi Aparatur Sipil Negara, TNI, POLRI, dan karyawan/karyawati swasta yang bekerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi (dosen dan tenaga pengajar tidak diperkenankan mengikuti beasiswa ini), dengan persyaratan:

1.       Warga Negara Indonesia (WNI);

2.       Berusia maksimal 37 tahun pada tanggal 31 Desember 2018;

3.       Belum memiliki gelar S2 dan tidak sedang menerima beasiswa lain dan/atau sedang mengikuti program pendidikan S2 dari lembaga lain;

4.       Melampirkan surat izin pejabat yang berwenang  minimal setingkat pejabat eselon II (bagi Aparatur Sipil Negara);

5.       Melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan perusahaan/dosen/tokoh masyarakat (bagi Aparatur Sipil Negara dan non Aparatur Sipil Negara);

6.       Telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kerja atau Surat Rekomendasi Perusahaan;

7.       Pelamar harus menunjukkan potensi menjadi pemimpin, pembuat keputusan, memiliki atribut personal, integritas, intelektual dan interpersonal yang mencerminkan potensi ini;

8.       Akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan;

9.       Diutamakan telah mendapatkan Unconditional Letter of Acceptance (LoA) dari salah satu perguruan tinggi yang termasuk dalam 300 universitas terbaik dunia berdasarkan QS World University Ranking dan/atau Times Higher Education (THE) tahun 2018;

10.   Lulusan Sarjana (S1) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3 (dari skala 4,0);

11.   Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550;

12.   Memiliki nilai TOEFL iBT minimal 90 atauIELTS 6.5;

13.   Masa studi maksimal 2 (dua) tahun dengan bidang studi terkait TIK, meliputi:

a.       Ekonomi terkait e-commerce, e-business, digital economy;

b.       Hukum terkait TIK (hukum siber, hukum IT, hukum telekomunikasi, dll);

c.        Media dan Komunikasi, Komunikasi Bisnis Internasional, Animasi;

d.       Kebijakan publik bidang TIK;

e.       Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, Manajemen Informasi, Sistem Informasi, Telematika, Keamanan Informasi; dan

f.         Bidang studi lain yang menunjang TIK selain Master of Business Administration (MBA) dan Kedokteran.

13.   Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menanggung tuition fee dan living expenses;

14.   Beasiswa ini terbuka bagi penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan di atas;

15.   Pendaftaran dilakukan secara online melalui https://beasiswa.kominfo.go.id dari tanggal 24 Desember 2017 sampai dengan 24 Februari 2018.

Biro Humas

 

Kementerian Kominfo

Berita Terkait

Siaran Pers No.11/HM/KOMINFO/01/2018 tentang Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri mengenai Kegiatan Amatir Radio dan Komunikasi Radio Antar Penduduk

Kementerian Kominfo melakukan konsultasi publik Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Kegiatan Amatir Radio dan Ko Selengkapnya

Siaran Pers No. 10/HM/KOMINFO/01/2018 tentang Keputusan Menteri Kominfo No. 73 Tahun 2018

Sehubungan dengan telah ditetapkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 73 Tahun 2018 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Par Selengkapnya

Siaran Pers No. 09/HM/KOMINFO/01/2018 tentang Konsultasi Publik RPM Persyaratan Teknis Alat dan Perangkat Telekomunikasi Wireless Local Area Network

Persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi wireless local area network yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informat Selengkapnya

Siaran Pers No.08/HM/KOMINFO/01/2018 tentang Penanganan Konten yang Melanggar Nilai dan Norma Sosial Budaya

Kementerian Kominfo terus menerus aktif melakukan penanganan konten negatif di Internet, termasuk kegiatan yang melanggar juga yang memberik Selengkapnya

comments powered by Disqus