FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    15 12-2017

    978

    LPSK Perkuat WBS Online Tegas

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terus memperkuat keberadaan Sistem Pelaporan Terintegrasi Antar Sistem (Whistleblowing System Tegas) dengan mengadakan seminar terkait WBS Online tersebut di kantor LPSK, Rabu (13/12/2017).

    Seminar itu merupakan tindak lanjut pembentukan WBS Tegas pertengahan tahun lalu.  WBS sendiri merupakan amanat dari Inpres 7/2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi 2015 dan Inpres 10/2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi tahun 2016.

    Dalam Rencana Aksi tersebut LPSK diamanatkan menjadi instansi pembina terkait pembentukan suatu sistem pelaporan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian/Lembaga. "Alhamdulillah setelah melalui proses cukup panjang, WBS Tegas bisa diluncurkan Agustus lalu", kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai.

    Guna memperkuat WBS Tegas, LPSK memberikan pengetahuan pengelolaan WBS di masing-masing instansi yang sudah tergabung dalam WBS Tegas. Tujuan agar semakin mendapat pengetahuan terkait pengelolaan WBS yang baik. "Hal ini penting karena tanpa pengelola yang berintegritas, sistem yang baik ini akan menjadi percuma," jelas Semendawai.

    Dilaksanakannya seminar ini juga merupakan bentuk peran LPSK sebagai Leading Sector Whistleblowing System dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. LPSK melihat dengan adanya WBS Tegas, masyarakat baik dari unsur internal Instansi atau Eksternal bisa melaporkan kecurangan terutama yang terindikasi korupsi.

    Menurutnya, Sistem ini penting karena seringkali orang yang mengetahui tindak pidana korupsi enggan melapor karena bisa berdampak baik kepada keselamatan maupun kariernya jika dia merupakan ASN.

    Sementara pada WBS Tegas di satu sisi identitas pelapor terlindungi, substansi pelaporan pun akan diteruskan ke pihak penegak hukum, dan perlindungan akan dilaksanakan LPSK. "Ini yang dimaksud integrasi. Jadi pelapor sekarang tidak usah takut lagi. Dengan demikian secara langsung pelaku korupsi akan berfikir berkali-kali jika ingin beraksi. Dan tujuan pencegahan dan pemberantasan korupsi akan tercapai", pungkas Semendawai.

    WBS Tegas merupakan sistem yang disediakan untuk masyarakat yang memiliki informasi penyimpangan atau dugaan korupsi melapor lebih mudah. Sistem itu terkoneksi dengan 17 kementerian dan lembaga. Melalui sistem itu pula LPSK akan melindungi pelapor dari segala macam bentuk ancaman, baik pelaporan balik dari pihak terlapor atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya yang diarahkan kepada pelapor. (YRD)

    Berita Terkait

    Bekali Keterampilan, Perkuat Daya Saing Santri

    Pondok pesantren identik dengan pendidikan keagamaan yang kuat. Namun menghadapi era revolusi industri 4.0, para santri lulusan pondok pesan Selengkapnya

    Lewat DO Online, Pelabuhan Buka 24/7

    Guna mengoptimalkan kinerja ekspor impor di pelabuhan, Kementerian Keuangan bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman meresm Selengkapnya

    Negosiasi Jadi Kunci Peroleh Pajak Bisnis Online Asing

    “Dulu, kalua kegiatan asing bekerja di Indonesia, yang bukan PMA, misalnya bidang migas, melakukan eksploitasi, maka secara konvensional, Selengkapnya

    Kemenhub Buka Pendaftaran Online Mudik Gratis 2016

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali menggelar mudik gratis untuk pemudik sepeda motor dengan menggunakan bus pada masa Angkutan Lebar Selengkapnya