FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
19 10-2017

203

Tiga Tahun Jokowi-JK, Tol Laut Turunkan Biaya Logistik

Kategori Berita Pemerintahan | ivon001
Konferensi Press 3 tahun Pemerintahan Jokowi-JK dalam acara Diskusi FMB9 di Kantor Staf Presiden Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Jakarta, Kominfo - Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas dalam bidang maritim, terutama tol laut dalan tiga tahun ini dapat menurunkan biaya logistik yang selama ini masih tinggi.

"Transportasi yang tidak efisien menmbulkan biaya logistik yang mahal. Program tol laut dan semua jalan yang kita bangun, kelak menimbulkan keseimbangan harga. Kalau 2019 kita bisa potong setengah biaya logistik, itu bagus," ungkap Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat berbicara dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut"di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Turut hadir dalam pemaparan kinerja tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Diskusi yang digagas Kantor Staf Presiden dan Kementerian Komifo ini dipandu oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi SP.

Menko Luhut memaparkan porsi biaya logistik di rata-rata wilayah Indonesia menyumbang sekitar 14,1 persen dari total biaya perdagangan. Hal ini menjadikan biaya logistik di Indonesia masih relatif mahal dibanding negara lain di Asia seperti Jepang misalnya yang hanya 4,9 persen untuk biaya logistik.

Namun menurut Menko Luhut, pemerintahan Jokowi-JK sejak menetapkan Poros Maritim sebagai salah satu program pembangunan strategis nasional terus berupaya menurunkan biaya logistik dengan membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur penunjang.

Selain program tol laut dengan membuat jalur pelayaran kapal kontainer antarwilayah yang lebih efisien, pemerintah juga membangun logistic base sebagai penunjang di beberapa pelabuhan. Terutama untuk meningkatkan efisiensi masa tunggu bongkar muat pelabuhan (dwelling time).

Tol laut diarahkan untuk mendukung proses distribusi logistik lebih efisien dengan mengintegrasikan pembagian tugas antara operator logistik, baik di laut, darat, dan udara serta pengembangan gudang logistik lokal.

"Kami kerja sama dengan BUMN untuk membangun 30 logistic base," urai Menko Luhut.

Dari catatan Kemenko Kemaritiman, dwelling time di rata-rata pelabuhan Indonesia per September 2016 menurun menjadi tiga hari dibanding tahun sebelumnya (September 2015) selama rata-rata 6 hari.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menambahkan, pengembangan ekonomi maritim merupakan upaya pemerintahan Jokowi-JK dalam mengatasi ketimpangan yang selalu menjadi masalah di negara ini. Untuk itu, meningkatkan potensi perikanan maupun pariwisata bahari menjadi sangat penting di tengah tekanan ekonomi global yang kian lesu beberapa tahun terakhir ini.

"Kenapa pariwisata dan perikanan menjadi penting di tengah ekonomi global yang lesu? Sebab kedua sektor ini tidak membutuhkan bahan impor," jelas Teten.

Dikatakan, era pemerintahan Jokowi, konektivitas laut melalui tol laut, perbaikan pelabuhan dan integrasi logistik telah menjadi prioritas nasiona. Hal ini termasuk bagaimana pemerintah menyediakan pasokan listrik di daerah kepulauan dan di sentra-sentra produksi perikanan.  

Program jalan tol dibutuhkan untuk menekan biaya logistik sekaligus berimbas harga-harga kebutuhan pokok di wilayah luar Jawa khususnya di timur Indonesia.

Untuk itulah, pemerintahan Jokowi-JK mengubah paradigma pembangunan dari Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris," tukas Kepala Staf Kepresidenan.

 

Sumber

https://jpp.go.id/ekonomi/kelautan/311947-tiga-tahun-jokowi-jk-tol-laut-turunkan-biaya-logistik

Berita Terkait

Presiden Jokowi Harapkan Perundingan CoC Segera Diselesaikan

Selengkapnya

Capaian Tiga Tahun Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla Bidang Kepemudaan dan Olah Raga

Selengkapnya

Tiga Tahun Kerja Bersama

Tepat pada tanggal 20 Oktober 2017 kemarin, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla genap berusia tiga tahun. Selam Selengkapnya

Tiga Tahun Jokowi-JK, Menko Polhukam: Membangun Perbatasan, Bangga Menjadi Indonesia

Selengkapnya

comments powered by Disqus